Basri Ucapkan Ikrar Setia Kepada NKRI

0
242
Tampak Basri yang mengenakan baju lengan panjang putih mencium bendera merah putih dengan diiringi lagu 'Padamu Negeri', sementara di sekelilingnya berbaris sejumlah petugas lapas. (Foto:IST)

PosoNews.id,-Seorang narapidana kasus terorisme (napiter) yang tergabung dalam kelompok teroris Poso mengucapkan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ikrar itu diucapkan Muhamad Basri bin Barjo alias Bagong mantan Pemimpin Mujahid Indonesia Timur (MIT) yang ditangkap aparat pada tahun 2016 silam.

Menurut Penanggungjawab Kendali Operasi (PJKO) Madago Raya, Irjen Pol. Rudy Sufahriadi, sumpah setia Basri itu dilakukan pada Sabtu (2/10) di tempat penahanannya.

“Benar telah dilaksanakan ikrar setia NKRI dan lepas baiat oleh satu orang narapidana kasus terorisme di Lapas Khusus Kelas II A Karanganyar Nusakambangan,” sebutnya.

Dikatakannya, setelah melakukan ikrar setia NKRI dan lepas baiat, mantan pemimpin MIT itu akan langsung dipindah ke blok B. Tujuannya untuk masa observasi dan persiapan sebelum penahanannya dipindahkan ke Lapas Nusakambangan.

Basri yang merupakan pelatih menembak semasa dia bergabung bersama kelompok teroris tersebut, kembali menyerukan agar para anggota MIT yang masih bersembunyi di hutan dan pegunungan di sulawesi tengah untuk mengakhiri aksi kekerasan mereka dan menyerahkan diri kepada aparat.

“Adik-adikku yang ada di gunung, saya kakak antum, saya mencintai kalian, sudahlah kita hentikan kekerasan ini. Saya akan jemput kalian jika ingin. Kembalilah ke NKRI. Saya mencintai kalian karena Allah,” ajak Basri.

Sementara itu, Wakasatgas Humas Operasi Madago Raya, AKBP Bronto Budiyono menanggapi video ikrar Basri itu berharap hal yang sama dilakukan oleh napiter lainnya agar menggugah para pelaku teror untuk kembali ke NKRI.

“Menyambut baik apa yang telah dilakukan oleh Napiter karena telah lepas baiat dan kembali setia kepada NKRI,” kata Bronto.

Semasa bergabung dalam MIT Basri sendiri adalah anak buah Santoso, pimpinan MIT yang tewas ditembak aparat pada tahun 2016 lalu di Poso. Basri ditangkap aparat tidak lama setelah peristiwa itu.

Aparat menyebut perubahan pemahaman basri terjadi sejak mengikuti program penggalangan antar narapidana yang diselenggarakan oleh tim Satgassus Densus.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here