Sebut Kejari Poso Merampok Rakyat Miskin, Ini Jawaban Kastel

0
140

PosoNews.id, Poso- Kejaksaan Negeri (Kejari) Poso merasa dirugikan dengan adanya pemberitaan disalah satu media online yang menyebutkan pihaknya telah “merampok rakyat miskin”.

Berita tersebut sangat tidak akurat dan bertentangan dengan Undang-Undang Pers Nomor 40 tahun 1999, pasal 6 huruf (a) yang menyebutkan Pers nasional melaksanakan peran mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Poso LB Hamka melalui Kasi Intelnya Muhamad Farhan menjelaskan, sebenarnya perkara ini berawal dari kasus pembegalan yang terjadi di Desa Toini Kecamatan Poso Pesisir, ditangani oleh pihak kepolisian kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan Poso.

Diuraikannya, bahwa pada tanggal 30 Juni 2021 lalu telah dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) dari Penyidik Polres Poso berupa, 1 (satu) unit HP merk Oppo A3S, 1 (satu) lembar baju lengan panjang merk Denndev warna putih abu abu, 1 (satu) lembar celana panjang merk Moozim warna coklat tua, 1 (satu) pasang sepatu merk vans warna putih dan 1 (satu) unit Sepeda Motor merk Fino warna biru silver tidak disertai dengan surat BPKB maupun STNK sehingga tidak diketahui kepemilikan kendaraan tersebut.

“Salah satu barang bukti yang kita teliti yaitu motor, yang tidak memiliki kelengkapan surat surat. Otomatis kalau seperti itu barang bukti yang digunakan untuk tindak pidana bisa dirampas untuk negara,” jelas Kastel Farhan kepada media ini, Sabtu (2/10/2021).

Padahal, kata Farhan, pihak kejaksaan sudah beberapa kali menanyakan kepada penyidik jika ada pihak keluarga yang mengklaim motor tersebut.

“Sampai berkas perkara itu dinyatakan lengkap dan barang bukti sudah diserahkan ke kejaksaan, pihak keluarga pemilik motor tidak pernah datang melapor,” ungkapnya.

Menjadi permasalahan disini, beber Farhan, beredar pemberitaan disalah satu media online dengan judul berita, Diduga Kuat Pihak Kejaksaan Negeri Poso “RAMPOK” Barang Bukti Korban.

“Sementara kami tidak pernah merasa ada wartawan yang datang mewawancarai kita terkait kasus ini, dan kami juga tidak tau siapa wartawan media itu di Poso. Kalau seandainya ada, pasti akan kami jelaskan duduk perkara yang sebenarnya,” pungkasnya(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here