Mengejar Inovasi, Lupa Akses Jalan Bagi Petani, SPI: Apa Kabar Jalan Tani Morowali?

0
3
- Advertisement -

POSONEWS.ID, MOROWALI- Sektor pertanian dan perkebunan menjadi salah satu pilar penting penyangga ekonomi rakyat di Kabupaten Morowali, bahkan di tengah pesatnya industri pertambangan saat ini.

Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan jika mengacu pada Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2010 menurut lapangan usaha di Kabupaten Morowali, sektor ini menyumbang laju pertumbuhan sebesar 1,53 (persen) pada tahun 2025, namun mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sebesar 1,89 (Persen) di tahun 2024.

Penurunan pertumbuhan pada sektor pertanian dan perkebunan diakibatkan oleh alih fungsi lahan. Berdasarkan data gabungan dari sektor tanaman pangan (padi) dan komoditas perkebunan utama, total penyusutan lahan di Kabupaten Morowali mencapai sekitar 8.033 hektare.

Secara persentase, wilayah ini kehilangan sekitar 24,5% dari total luas lahan produktifnya dalam kurun waktu sekitar lima tahun terakhir.
Hal tersebut menjadi salah satu varibael menurunnya pertumbuhan pada sektor pertanian. Namun tentu banyak variabel lain yang menjadi trend penurunan sektor pertanian/perkebunan di Kabupaten Morowali.

Merujuk pada dokumen RKPD kabupaten Morowali, pada tahun 2025 pemerintah daerah mengeluarkan inovasi “Program Pertanian Plus (+) yakni Penguatan sektor pertanian dengan pendekatan inovatif dan berkelanjutan.”

Senada dengan hal tersebut, Taufik Tamauka, yang merupakan Kepala Bidang Tani Muda Serikat Petani Indonesia (SPI) turut serta memberikan atensinya terhadap Permasalahan dan kondisi pertanian/perkebunan di Kabupaten Morowali.

“Akses jalan yang menjadi mobilitas petani/pekebun, jangan pernah luput dari perhatian pemerintah daerah saat ini, sebab saat ini, banyak titik di berbagai desa yang belum tersentuh pembangunan jalan tani,” Ujar Taufik.

Akses jalan menjadi sangat krusial, sebab jalan tani merupakan hal yang seharusnya dapat dibereskan lebih dahulu.

“Seharusnya diselesaikan dulu masalah dasar yang saat ini yang menjadi permasalahan petani, yakni akses jalan, tak ada salahnya berinovasi, hanya saja masalah yang cukup krusial saat ini adalah akses menuju lokasi perkebunan,” ungkapnya.

Ia kembali menambahkan bahwa jalan tani bukan hanya bangunan fisik, akan tetapi jantung bagi petani/pekebun, sebab dengan adannya jalan tani masyarakat justru bisa lebih mudah melakukan mobilitas nya ke lahan pertanian/perkebunan mereka.

“Jika sektor pertanian betul-betul diperhatikan seperti yang banyak tertulis dalam konsep perencanaan, harusnya permasalahan paling dasar yang dibereskan dulu, yakni akses mobilitas petani, jika berkaca pada kondisi jalan tani di beberapa desa, maka konsep pada perencanaan tersebut hanya menjadi macan kertas tanpa makna apapun,” Tutup Taufik.(DRM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini