POSONEWS.ID – Dalam pemberitaan yang diungkapkan lewat media online Fakta 1.com telah memuat peryataan, Africhal bahwa masyarakat Desa Unsongi keberatan terkait gubernur yang melakukan kebohongan publik dalam pencabutan surat yang diterbitkan oleh dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tengah.
“Kami melihat langkah pemerintah provinsi telah sesuai prosedur dan kewenangan masing-masing instansi,” ungkap Akramudin salah satu warga Desa Unsongi
Akramudin salah satu Masyarakat Desa Unsongi angkat bicara terkait tudingan kepada Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah yang berbohong.
“Hal ini sebelumnya disampaikan oleh salah satu adik-adik mahasiswa yang sedang berkuliah di kota palu. Ia juga warga Desa unsongi,” ungkapnya
Namun, peryataan tersebut dinilai sebagai sikap pribadi yang sebelumnya masyarakat Desa unsongi secara menyeluruh tidak pernah menyampaikan sikap seperti yang diutarakan dimedia untuk diwakili oleh adik-adik dalam membawa aspirasi mengatas namakan Desa atau masyarakat Unsongi.
“ini perlu kami klarifikasi serta menyampaikan ke publik khususnya kepada Pak Gubernur Sulawesi Tengah, agar tidak ada kesalah pahaman yang besok lusa akan merugikan Desa Unsongi secara menyeluruh atas sikap pribadi seseorang,” tutur Akramudin
Akramudin juga menambahkan bahwa selama ini dari masyarakat tidak pernah mendapatkan surat dari pemerintah Desa Unsongi terkait sikap Desa yang diwakili oleh adik-adik untuk disuarakan ke provinsi.
“Apa yang disuarakan adik kami africhal adalah sikap pribadi bukan sikap Desa yang mewakili seluruh kepentingan Masyarakat Unsongi secara umum. Apalagi masalah yang sedang bergulir saat ini telah mendapatkan jawaban yang sesuai aturan dan prosedur pemerintah,” ungkapnya
Bagiman, yang juga salah satu warga Desa Unsongi. ikut memberikan peryataan serta dukungan kepada Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah dan menegaskan jika sebelumnya yang mengatasnamakan sikap masyarakat Desa Unsongi adalah sikap pribadi.
Ia juga mengapresiasi sikap Gunernur Anwar Hafid yang selalu terbuka untuk bertemu masyrakatnya dimanapun dijumpai.
“Saya saksikan sendiri disaat pak gubernur masi menjabat sebagai bupati Morowali selama ll Periode,” ungkapnya
Bagiman juga menambahkan, apa yang diungkapkan adik-adik mahasiswa adalah bagian dari proses sebagai mahasiswa. Namun harus serba hati-hati dan perlu melihat secara menyeluruh permasalahan yang terjadi di Desa saat ini, mencari tau kebenaran masalahnya sehingga apa yang dipermasalahkan sejalan dengan kondisi yang ada dilapangan dan paling terpenting tetap menghargai proses pemerintah.
“Saat ini kami juga menyaksikan komitmen perusahaan, proses penyelesaian masalah terkait aktivitas perusahaan dan penyelsaian dampak telah berjalan menuju tahap penyelesain sebagaimana rekomendasi dari pemerintah terkait,” ungkap Bagiman. EKO





