POSONEWS.ID – Kegiatan LMS CUP yang diselenggarakan oleh Lingkar Mahasiswa Sarjo (LMS) sejatinya bukan sekadar turnamen sepak bola, melainkan ruang sosial untuk membangun solidaritas pemuda, menyalurkan potensi olahraga, serta memperkuat identitas Sarjo sebagai wilayah yang hidup dan berdaya. Namun ironisnya, kegiatan ini justru berjalan dengan minim dukungan dari Pemerintah Kabupaten Pasangkayu, seolah-olah inisiatif pemuda bukan bagian dari agenda pembangunan sosial daerah.
Kondisi ini semakin memantik tanda tanya ketika melihat konfigurasi kekuasaan dan posisi strategis yang dimiliki elit daerah. Mantan Bupati Pasangkayu yang kini menjabat sebagai anggota DPR RI, memiliki kedekatan struktural dan moral dengan pemerintahan saat ini, mengingat Bupati Pasangkayu yang hari ini menjabat masih berada dalam lingkar keluarga yang sama. Lebih jauh lagi, anak dari Mantan Bupati Pasangkayu tersebut hari ini menjabat sebagai Ketua PSSI ASKAB Pasangkayu, sebuah posisi yang semestinya menjadi garda terdepan dalam mendukung pengembangan sepak bola lokal.
Namun pada praktiknya, kehadiran institusional tersebut nyaris tak terasa dalam pelaksanaan LMS CUP.
Absennya kontribusi signifikan dan masif dari aktor-aktor yang memiliki jabatan/otoritas dan legitimasi di bidang pemerintahan maupun olahraga menunjukkan adanya jarak yang lebar antara kekuasaan dan kebutuhan riil masyarakat, khususnya pemuda Sarjo. Turnamen yang lahir dari swadaya dan semangat kolektif masyarakat dan pemuda justru dibiarkan berjalan sendiri, tanpa dukungan moral, fasilitas, maupun kebijakan yang seharusnya dapat memperkuat dampaknya. Situasi ini menimbulkan kesan bahwa Sarjo diperlakukan sebagai “anak tiri” dalam peta perhatian pembangunan daerah.
Kritik ini bukanlah upaya menafikan peran pemerintah atau menyerang individu, melainkan ajakan reflektif agar kekuasaan tidak berhenti pada simbol dan jabatan semata. Seminimal-minimalnya kemudian hadir ditengah masyarakat dan memperlihatkan dukungan full mengingat angka yang diberikan tidak cukup besar untuk skala kegiatan yang dibuat oleh Lingkar Mahasiswa Sarjo.
Dukungan terhadap kegiatan seperti LMS CUP adalah ukuran konkret keberpihakan pada generasi muda dan olahraga rakyat. Tanpa itu, jargon pembangunan dan pembinaan hanya akan menjadi retorika kosong yang jauh dari denyut kehidupan masyarakat di akar rumput. EKO





