Wabup Morowali Utara Resmi Membuka Coaching Clinic Pembentukan Badan Hukum BUMDes

0
3
- Advertisement -

POSONEWS.ID – Dalam upaya mendukung program nasional ketahanan pangan dan penyediaan makanan bergizi gratis, Pemerintah Kabupaten Morowali Utara menggelar Coaching Clinic Pembentukan Badan Hukum BUMDes yang secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Morowali Utara, H. Djira K., Rabu (18/6/2025) di Swiss-Belhotel Palu.

Kegiatan yang diikuti oleh 322 peserta ini terdiri dari kepala desa, perangkat desa, pengurus serta calon pengurus BUMDes se-Kabupaten Morowali Utara. Acara ini bertujuan memperkuat kelembagaan ekonomi desa dan memastikan setiap BUMDes memiliki legalitas yang sah agar dapat berperan aktif dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Dalam sambutan Bupati Morowali Utara yang dibacakan oleh Wakil Bupati H. Djira, ditegaskan bahwa BUMDes sebagai lembaga ekonomi desa memiliki peran penting dalam menggerakkan potensi lokal serta memperkuat kemandirian desa.

“Dengan berbadan hukum, BUMDes tidak hanya sah di mata hukum, tetapi juga memiliki akses lebih luas terhadap pendanaan, kerjasama lintas sektor, dan program-program pemerintah,” ujar Djira.

Lebih lanjut, Wabup menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan administrasi dan manajemen BUMDes. Menurutnya, keberhasilan BUMDes sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi desa sangat bergantung pada sinergi yang solid antara kepala desa, pengurus BUMDes, dan stakeholder terkait.

“Coaching Clinic ini bukan sekadar formalitas administratif. Ini adalah pondasi penting untuk membangun BUMDes yang profesional, akuntabel, dan berdaya saing. Harapannya, peserta dapat memahami proses pembentukan badan hukum BUMDes dari A sampai Z,” imbuhnya.

Wabup juga menggarisbawahi bahwa peran BUMDes akan semakin vital ke depan, terutama dalam mendukung program nasional ketahanan pangan dan makan bergizi gratis. Mulai dari produksi, distribusi, hingga penyediaan bahan pangan lokal, BUMDes diharapkan menjadi ujung tombak yang melibatkan masyarakat secara aktif.

Dalam kesempatan tersebut, Djira turut menyampaikan pencapaian pembangunan desa di Morowali Utara dalam beberapa tahun terakhir, termasuk dalam sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta ekonomi lokal. Ia juga memperkenalkan program unggulan tahun 2025, yakni Program Percepatan Pembangunan Desa dan Kelurahan (P3DK) dengan tagline “Gerbang Desa” yang mengalokasikan dana Rp 1 miliar per desa.

Rincian penggunaan dana tersebut meliputi Rp 700 juta untuk pembangunan infrastruktur, Rp 200 juta untuk pemberdayaan ekonomi kelompok produktif, Rp 50 juta untuk pelatihan perangkat desa, dan jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan bagi masyarakat miskin dan rentan.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati Morowali Utara H. Djira mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan menjadikannya sebagai momentum strategis untuk membangun desa yang lebih maju. “Mari jadikan BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa dan ujung tombak dalam mewujudkan desa yang sehat, cerdas, sejahtera, dan berketahanan pangan,” tutupnya.

Dengan terlaksananya kegiatan Coaching Clinic ini, Pemerintah Kabupaten Morowali Utara berharap setiap desa segera membentuk BUMDes berbadan hukum yang kuat, profesional, dan mampu menjadi mitra aktif dalam mendukung program nasional yang berpihak kepada kesejahteraan masyarakat desa. CHEM