Kembali Ke NKRI, IN Akui Jihad Yang Dipelajarinya Dulu Keliru

0
35
Foto ilustrasi

POSONEWS.ID – IN, seorang mantan Narapidana Terorisme (Napiter) yang telah kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) itu mengaku, bahwa dulu dirinya berada dijalan yang salah.

Diceritakannya, dulunya dia belajar tentang jihad fi sabilillah kepada salah seorang guru. Ternyata, malah diarahkan menjadi mujahid yang keliru.

“Saya sebut keliru karena jihad ini bukan jihad yang dikehendaki oleh Islam. Tetapi jihad yang dilaknat oleh Islam, yaitu terorisme,” akunya kepada Sat Intelkam Polres Poso.

Akhirnya, aksi dalam mendukung Pok MIT, mengantarkan dirinya dua kali masuk Lembaga pemasyarakatan (Lapas). Yakni, Lapas Cipinang sekitar 4 (empat) tahun dan 3 tahun 6 bulan di Lapas Nuskambangan.

Lambat laun Ia merenung melihat ke belakang apa yang telah dikerjakan. Sehingga, Dia sampai pada satu titik yang membuat hati tenang. Yakni berdamai dengan takdir.

“Saya masih ingat di penjara saya dipertemukan dengan beberapa tahanan yang memiliki kasus yang sama, ketika saya menyadari kesalahan ini, saya ikut kasihan melihat orang-orang yang dibutakan hatinya dengan paham teroris,” ungkapnya.

“Berkat refleksi dan mengingat keluarga, terlebih istri dan anak di rumah, saya sadar dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan yang sama. Bagi saya, aksi teroris adalah dosa besar. Karena, terorisme itu membunuh banyak jiwa. Sedang membunuh satu jiwa saja sama dengan membunuh berjuta-juta jiwa, naudzu billah,” tambahnya.

Keluar dari tahanan dirinya kembali ke masyarakat dan berupaya berbaur seperti masyarakat pada umumnya. Dia bekerja keras untuk mencukupi nafkah keluarganya.

“Saya berharap ke depan anak-anak saya tidak menjadi seperti diri saya yang terjebak dalam kubangan terorisme. Saya bersikeras untuk menyekolahkan anak saya sehingga mereka dapat menimba ilmu agama dengan benar,” tukasnya.

Karena, menurut dia, orang yang ilmu agamanya mapan tidak bakal terpengaruh dengan paham radikal berwajah terorisme.

“Hanya orang awam dan tidak paham agama yang gampang melakukan aksi teror,” pungkasnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here