Warga Keluhkan Pemadaman Listrik, DPRD Morut Panggil PLN

0
115
Foto: Wakil Ketua DPRD Morut, Safri bersama Kepala PLN Rayon Kolonodale saat menyepakati sejumlah kesepakatan terkait pemadaman listrik di wilayah itu (Samuel)

MORUT, POSONEWS – Seringnya terjadi pemadaman listrik alias mati lampu secara mendadak, bahkan terkadang seharian penuh, atau  beberapa menit saja. Yang pasti dalam sehari saja bisa terjadi 3 hingga 4 kali pemadaman, bahkan lebih.

Atas kejadian itu kesabaran masyarakat tak tertahan lagi. Tidak sedikit warga Morut yang mengalami kerugian. Apalagi yang usahanya bergantung pada kelistrikan.

Beberapa keluhan warga soal listrik tersebut disampaikan kepada Pemerintah Daerah setempat melalui aksi demo yang digelar beberapa hari yang lalu dan kemudian mengadukan ke anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Morowali Utara agar bisa mencarikan jalan keluar maupun menyampaikan permasalahan tersebut kepada pihak yang terkait.

Menanggapi hal itu, DPRD Morowali Utara melalui Wakil Ketua DPRD Morowali Utara, Muh safri melakukan hearing dengan memanggil pihak terkait. Diantaranya, PLN Rayon Kolonodale, perwakilan masyarakat dan sejumlah instansi terkait lainnya.

Dalam pembahasan hearing, Safri meminta kepada pihak PLN Rayon Kolonodale untuk bisa berkomitmen dalam menyelesaikan permasalahan yang sering menjadi keluhan masyarakat di Kabupaten Morowali Utara terutama di Kota Kolonodale.

“Sesuai dengan fungsi, kita sebagai penyerap dan menyampaikan aspirasi masyarakat makanya kita melakukan hearing ini agar permasalahan ini bisa diselesaikan,” ungkap Safri saat memimpin hearing yang digelar di ruang rapat kantor DPRD Morut.

Sementara itu, Kepala PLN Rayon Kolonodale, Desnart Sabudu dalam hearing tersebut memaparkan berbagai permasalahan yang terjadi sehingga terjadinya pemadaman secara mendadak.

“Perlu diketahui bahwa kondisi daya saat ini Defisit. Pemadaman listrik yang terjadi disebabkan kondisi PLTD 2 unit yang ada di Tompira mengalami kerusakan. Sementara kondisi PLTD Wawopada juga mengalami kerusakan. Ditambah lagi debit air yang berkurang. Kapsitas mesin PLTD Tompira sebanyak 7 unit menghasilkan daya sebesar 3200 KW, PLTD Wawopada menghasilkan daya 1700 KW, sedangkan pemakaian daya listrik kurang lebih 7200 KW.  Dan pada pemakaian beban puncak 8200 KW,” papar Desnart.

Menurutnya jadwal pemadaman listrik sudah merupakan konsisten dan sudah diinformasikan lewat group stockholder. Pemadaman mendadak bukan masalah jaringan melainkan sistem kelistrikan,”  jelasnya.

Menanggapi hal itu, dalam hering tersebut menghasilkan beberapa kesepakan bersama yang tertuang dalam berita acara rapat diantaranya:

1. Pemasangan baru untuk sementara dihentikan.

2. Pemadaman semua lampu jalan,untuk mengurangi beban puncak.

3. Mengurangi frekfensi pemadaman di ibukota.

4. Pemda bersama DPRD, mempercepat pengurusan sambungan ke PLTA tomata.

5. Merekomendasikan pemda untuk menyurat ke pimpinan PT GNI, untuk membantu mesin disel dengan daya 1500 KW, guna mengantisipasi pemadaman listrik saat ini.

6. Merekomendasikan ke pemda untuk menyurat ke pimpinan PLN wilayah sulutenggo,guna menambah mesin listrik dimorut.

7. Meminta PLN untuk menempatkan 1 unit mesin,yang akan ditempatkan dilokasi kampung pisang, guna membantu pelayanan dalam Kota Kolonodale.

Hadir dalam hearing tersebut Wakil Ketua DPRD Muh Safri didampingi oleh anggota DPRD Morut Yaristan Palesa SH, Epafras Sambongi SH, Asral Lawahe, Melki Tangkidi, Kepala PLN Rayon Kolonodale Desnat Sabudu, Asisten 1 Drs Viktor Tamehi dan sejumlah perwakilan masyarakat dan instansi terkait lainnya. CHEM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here