DPRD Morut Berang, PT.GNI Dianggap Lecehkan Lembaga dan Rakyat

0
150
Foto: Suasana Rapat Dengar Pendapat di ruang Komisi I DPRD Morut yang menghadirkan PT. GNI Senin (11/10) (Foto: Samuel)

MORUT, POSONEWS – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Morowali Utara (Morut) H. Moh Safri marah besar dan merasa diangap enteng oleh PT. Gunbuster Nickel Industri (GNI), saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang rapat komisi I senin, (11/10/2021).

Pihak PT GNI dianggap melecehkan lembaga, karena meningalkan ruang rapat saat difasilitasi guna menyelesaikan persoalan antara tenaga kerja dan pihak perusahaan.

Padahal perusahaan, telah diberikan kesempatan dan peluang sebesar besarnya oleh daerah ini, namun ketika bicara tentang kepentingan masyarakat pihak perusahaan justru tinggalkan hasil rapat yang telah disepakati.

“Ini pandang enteng, kurang ajar namanya, siang malam kita terus pikirkan daerah ini untuk kepentingan masyarakat,” ujar Safri.

RDP tersebut dipimpin wakil ketua II DPRD Morut yang didampingi anggota DPRD Warda Dg Mamala, dan sejumlah anggota DPRD Morut, Kapolres Morowali Utara melalui Kasat Reskrim, Dinas Nakertrans Morut dan beberapa perwakilan masyarakat.

Saat rapat berlangsung, dihadapan peserta rapat, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Morowali Utara (Morut) Moh Safri, menegaskan bahwa perusahaan tersebut hanya mengambil isi perut bumi di Morut, namun tidak mempunyai itikad baik dalam menyeselaikan setiap persoalan yang berkaitan dengan masyarakat.

“Perusahaan ini tidak memiliki etika terhadap daerah ini,” kesal Safri.

Dengan nada keras  palu sidang pun menjadi imbas diketukan dengan keras diatas meja, dari kesesalannya.

“Kita sudah sepakat sejak rapat pagi, namun saat akan penanda tanganan kesepakatan dengan pihak perusahan, utusan perwakilan PT GNI meninggalkan rapat,” ujar Wakil Ketua II DPRD Morut ini.

Pada kesempatan itu pula, Moh.Safri juga mengingatkan kepada Kadis Nakertrans Morut, secara tegas untuk menyampaikan kepada Bupati hasil rapat ini, yang mana pihak perusahaan tidak menghargai lembaga wakil rakyat.

Padahal kata Safri, semua yang diminta oleh perusahan telah di fasilitasi oleh daerah ini. “Namun hari ini mereka tinggalkan rapat yang kami fasilitasi untuk persoalan rakyat. Tolong sampaikan kepada Bupati, bahwa perusahaan ini tidak patuh dengan pemerintah daerah Morut,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, RDP tengah berlangsung, dan DPRD Morut mendesak PT. GNI dengan memberikan waktu untuk menyepakati besok hari. “Kalau tidak mau kami segera layangkan surat,” tutupnya. CHEM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here