Satgas VI Humas Madago Raya Bagun Kemitraan Bersama Eks Napiter

0
93

PosoNews.id, Poso- Satgas VI Humas Ops Madago Raya tahap II 2021 melakukan kegiatan kemitraan terhadap lima mantan Narapidana Terorisme (Napiter) yang kini menjadi peternak ayam di Kelurahan Tabalu, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulteng, Jumat (25/6/2021).

Kelima mantan napiter tersebut, yaitu Ramdan alias Andang, Supriadi alias Upik Pagar, Salamun alias Amun, Rafli Tamanjeka dan Imron Tamanjeka.

Setelah sadar akan perbuatan kesalahan masa lalunya dan kembali untuk setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kelimanya membuka usaha ternak ayam petelur.

Usaha peternakan yang dikelola saat ini merupakan bantuan dari Kepala BNPT. Selain bantuan ayam, juga diberi bantuan satu unit motor yang dilengkapi bak terbuka untuk mendukung kegiatan operasinal usaha ternak ayam petelur.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program deradikalisasi yang digagas oleh Subdit Bina Masyarakat pada Direktorat Deradikalisasi BNPT.

Kasatgas VI Humas Kombes Pol Didik Supranoto, yang didampingi Wakasatgas I Satgas VI Humas Ajun Komisaris Besar Polisi Bronto Budiyono menuturkan, kemitraan yang dibangun ini merupakan salah satu bentuk untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap kegiatan Ops Madago Raya yang saat ini sedang berlangsung.

“Tidak selamanya operasi kepolisian itu harus berdarah-darah, namun hubungan humanis kepada warga juga di utamakan,” kata Kombes Didik

Terkait bantuan yang diberikan, Upik Pagar menjelaskan, awalnya dirinya bersama teman lainnya mendapat 5 ratus ekor ayam petelur per orang. Lalu kemudian di bantu lagi hingga meningkat menjadi 5 ribu ekor.

“Saat ini kami sementara pembuatan kandang karena bibit ayamnya sudah ada. Doakan semoga dalam minggu depan ini sudah mulai beroprasi,” tukasnya.

Upik dan teman lainya berharap, agar di setiap kelurahan maupun desa yang berada di wilayah Kabupaten Poso, ada pembinaan bagi para remaja dan anak muda dalam bentuk taklim, yang dibina oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa di masing-masing desa. Sehingga, aktifitas pemuda dapat dikontrol. “Kami merindukan Poso yang aman,” tutup Upik yang diaminkan empat orang temannya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here