Mahasiswa Pendidikan Geografi Untad Petakan Potensi Alam dan Tantangan Lingkungan di Desa Pangalasiang

0
4
- Advertisement -

POSONEWS.ID -:Di balik hamparan pesisir dan perbukitan yang membentang di Desa Pangalasiang, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala, tersimpan potensi sumber daya alam yang cukup besar. Namun di sisi lain, desa tersebut juga menghadapi sejumlah tantangan lingkungan yang memerlukan perhatian dalam pengelolaan wilayah.

Potensi dan tantangan tersebut terungkap melalui penelitian lapangan yang dilakukan mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Tadulako yang tergabung dalam Kelompok 8 pada kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) I yang berlangsung pada 31 Mei hingga 3 Juni 2026.

Penelitian tersebut mengkaji berbagai aspek geografi fisik dan sosial, mulai dari geologi, geomorfologi, tanah, hidrologi, hingga kondisi sosial masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Pangalasiang memiliki karakter bentang alam yang beragam, terdiri atas wilayah pesisir, dataran rendah dan perbukitan yang berpotensi mendukung pengembangan sektor pertanian, perkebunan dan perikanan.

Mamat, Salah seorang mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 8, mengatakan bahwa kegiatan lapangan memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa dalam memahami kondisi wilayah dan potensi yang dimiliki masyarakat.

“Desa Pangalasiang memiliki potensi alam yang cukup besar. Kondisi bentang alam, sumber daya lahan, dan potensi wilayah yang ada dapat menjadi modal penting bagi pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam aspek geologi, tim menemukan tiga jenis batuan, yakni marmer, gneis dan granit. Temuan tersebut menunjukkan keragaman kondisi geologi yang dimiliki wilayah Pangalasiang.

Sementara itu, hasil kajian geomorfologi memperlihatkan bahwa desa ini berada pada bentang lahan pesisir dan perbukitan fluvial denudasional. Pada beberapa titik pengamatan, ditemukan lereng yang cukup curam dengan indikasi proses erosi yang berpotensi memengaruhi kondisi lahan apabila tidak dikelola dengan baik.

Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa kondisi tanah di lokasi pengamatan relatif baik untuk mendukung aktivitas pertanian dan perkebunan. Tanah dengan tingkat keasaman netral dan karakteristik tekstur yang beragam dinilai mampu menunjang pertumbuhan berbagai komoditas unggulan masyarakat.

Mayoritas warga Desa Pangalasiang masih menggantungkan mata pencaharian pada sektor perkebunan dan perikanan. Komoditas seperti kelapa, cengkeh dan pala menjadi sumber penghasilan utama masyarakat setempat.

Kepala Dusun III Desa Pangalasiang, Hasan Ibrahim, mengapresiasi kegiatan penelitian yang dilakukan mahasiswa karena dinilai mampu memberikan gambaran mengenai kondisi dan potensi wilayah desa.

“Kami berharap hasil penelitian ini dapat menjadi informasi yang bermanfaat bagi masyarakat maupun pemerintah desa dalam melihat potensi yang dimiliki Pangalasiang,” katanya.

Selain potensi sumber daya alam, penelitian juga menemukan bahwa masyarakat masih mempertahankan nilai gotong royong, musyawarah, dan sejumlah tradisi lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Kondisi tersebut menjadi modal sosial yang penting dalam mendukung pembangunan desa.

Dosen pengampu mata kuliah PKL I, Rendra Zainal Maliki, menjelaskan bahwa kegiatan lapangan menjadi bagian penting dalam pembelajaran geografi karena mahasiswa dapat menghubungkan teori yang diperoleh di ruang kuliah dengan kondisi nyata di lapangan.

“Melalui kegiatan PKL, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mampu mengidentifikasi potensi wilayah dan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung,” jelasnya.

Meski memiliki potensi yang besar, penelitian tersebut juga mencatat bahwa ketersediaan air bersih masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat. Temuan tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian dalam upaya pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di masa mendatang.

Melalui kegiatan PKL I ini, mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Tadulako diharapkan mampu memberikan kontribusi akademik sekaligus memperkenalkan potensi Desa Pangalasiang kepada masyarakat yang lebih luas. EKO

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini