PosoNews.id, Poso- Pasien usus buntu yang didiagnosa oleh RSUD Poso melakukan komplain kepada pihak RSUD Poso. Hal tersebut terjadi akibat tercecernya potongan usus buntu hasil operasi pasien pada tanggal 18 April 2021 kemarin.
Rustam Abdullah, pasien usus buntu di RSUD Poso kepada media ini mengatakan, dirinya masuk dirawat di RSUD Poso pada tanggal 17 April 2021 dan didiagnosa usus buntu melalui hasil tes darah. Kemudian selanjutnya Ia dibedah pada tanggal 18 April 2021 sekitar pukul 13.30.
Pria yang akrab disapa Utam itu melanjutkan, tindakan medis yang dilakukan oleh RSUD Poso terhadap dirinya untuk melakukan bedah usus buntu itu hanya berdasarkan hasil tes darah, tanpa ada USG terlebih dahulu.
“Tidak ada USG, setelah didiagnosa usus buntu, dokter kemudian mengambil langkah untuk melakukan bedah usus buntu,” kata Utam.
Setelah dilakukan bedah, Utam juga mempertanyakan bukti fisik hasil operasi berupa potongan usus buntu yang dibedah. Namun pihak RSUD tidak dapat menunjukkan bukti potongan usus buntu yang dimaksud.
“Bukti fisiknya berupa potongan usus buntu itu tidak ada sampai hari ini. Jangan sampai saya dibedah percuma, sudah dibelah tapi tidak ada bukti fisik hasil dari operasi,” jelasnya.
Sementara itu, isteri Utam mengatakan, dirinya berusaha mencari informasi melalui kepala ruangan bedah dimana Utam dirawat pasca operasi. Ketika itu isteri Utam merasa kecewa, sebab jawaban kepala ruangan ‘jadi kalau sdh tdk ada mo bikin apa bu’, jawaban ini yang kemudian menjadi tanda tanya, apa benar ada usus buntu yang dikeluarkan?
“Setahu saya setiap orang yang dioperasi usus buntu pasti ada potongan yang diberikan kepada keluarga pasien, tapi ini jangankan potongan usus buntu, penjelasan saja tidak memuaskan. Semoga hal yang sama tidak terjadi pada pasien lain,” ungkap isteri Utam.
Keterangan lain yang diperoleh oleh isteri Utam yang didapatkan dari kepala kamar operasi juga mengecewakan, iya mengatakan bahwa ada itu walau kemudian tidak dapat membuktikan fisiknya sampai saat ini. (DRM)





