Honorer Paud Imanuel Pertanyakan Dana Desa Untuk Pendidikan

0
437
Paud Terpadu Imanuel Desa Malitu, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso (Foto:IST)

PosoNews.id, Poso- Tenaga pendidik honorer di Sekolah Paud Terpadu Imanuel Desa Malitu, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, tidak pernah dibayarkan. Padahal gaji guru honorer itu, masuk dalam Rancangan Anggaran Biaya (RAB) atau anggaran pendidikan dari desa.

Margaret Nengsih Kumowol salah seorang tenaga honorer yang bekerja mulai tahun 2018 hingga saat ini, menyatakan bahwa dirinya belum pernah sama sekali menerima upah sepersen pun.

Dia menyebutkan bahwa di tahun 2019 lalu, desa telah mengeluarkan pertanggungjawaban anggaran pembayaran tenaga honor untuk Sekolah Paud sebesar Rp.3,6 juta. Namun, dana tersebut tidak diterima oleh guru yang bersangkutan.

“Saya sudah menemui Sekdes menanyakan hal itu. Dan dibenarkan bahwa mereka sudah membuat pertanggungjawabannya, saya melihat sendiri RABnya yang sudah mereka buat,” terang Nengsih.

Anehnya kata Nengsih, dari tiga tenaga pendidik yang masih honor di sekolah itu hanya satu orang yang dibayarkan gajinya. Itu pun tidak sesuai aturan yang sebenarnya.

“Jadi, ada salah seorang tenaga pendidik atas nama Olvi Tepare yang masa kerjanya baru 5 (lima) bulan sudah dibayarkan honornya selama 9 (sembilan) bulan. Sedangkan saya dan tenaga pendidik satunya lagi atas nama Nurlin Budjalemba, tidak pernah menerima honor selama kami bekerja. Padahal kami berdua masuk dalam daftar Dapodik Guru sedangkan Olvi Tapere tidak masuk dalam daftar Dapodik,” jelasnya kepada media ini.

Sementara, mantan Kepala Desa Malitu, Elpius Apandano saat ditemui oleh media ini membenarkan bahwa honor untuk tenaga pendidik di Sekolah Paud Imanuel sudah diberikan.

Dia mengatakan, hanya satu orang tenaga pendidik saja yang dibayarkan oleh desa. Yaitu Olvi Tepare, sedangkan Nurlin Budjalemba dan Margaret Nengsih Kumowol yang juga sebagi tenaga operator di sekolah itu tidak akan dibayarkan honornya.

Alasannya, menurut Elpius, harus sesuai hasil rapat jemaat Gereja Imanuel Malitu. “Aturannya itu, mereka harus memasukan ijazah mereka ke Pendeta dulu, karena sekolah itu bukan milik desa tetapi milik jemaat,” katannya.

Namun kenyataannya, Elpius sendirilah yang memberikan gaji honor tersebut langsung kepada Olvi Tepare di rumahnya saat Dia masih menjabat sebagai Kades Malitu.

Mengetahui hal itu, Kepala Sekolah Paud Terpadu Nonce Pongky kecewa atas apa yang telah dilakukan oleh Elpius. “Saya sangat kecewa, karena Kades diam-diam memberikan honor kepada salah satu guru honorer tanpa sepengetahuan saya,” ujarnya.

Sambung Kepsek, Kades beralasan bahwa sekolah Paud Imanuel tidak ada kerja sama dengan desa. “Bagaimana mau kerja sama, pada saat penyusunan anggaran untuk sekolah paud saja saya tidak pernah di undang untuk mengetahui program atau RAB yang mereka buat,” pungkasnya. BEP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here