Ketua DPRD Poso Laporkan Pelaku Persekusi ke Polisi

0
374
Ketua DPRD Poso Sesi KD Mapeda bersama kuasa hukumnya Yan Patris Binela saat berbicara dihadapan sejumlah wartawan di Poso Senin (14/12) (Foto: Rusli)

PosoNews.id, Poso- Ketua DPRD Poso Sesi KD Mapeda melaporkan sejumlah orang yang telah melakukan dugaan tindakan persekusi terhadap dirinya saat mobilnya dihadang di Dusun Toaro Kelurahan Sawidago Selasa (8/12) malam atau sehari menjelang hari pencoblosan oleh puluhan warga.

Melalui kuasa hukumnya Yan Patris Binela SH, Sesi Mapeda mengaku melaporkan tindakan persekusi tersebut kepada aparat penegak hukum. Selain dugaan persekusi, dirinya juga melaporkan kasus pencemaran nama baik, penghinaan, perbuatan tidak menyenangkan bahkan sampai pada kasus IT. Karena akibat peristiwa tersebut, dirinya merasa nama baiknya sudah dicemarkan melalui media sosial.

“Bukan hanya pribadi saya yang dicemarkan, namun jabatan sebagai Ketua DPRD Poso juga terbawa bawa karena kasus tersebut,” ujarnya kepada sejumlah wartawan Senin (14/12) kemarin.

Menurutnya, kasus ini berawal saat ia menghadiri acara kedukaan sepupu di Kelurahan Tendeadongi. Setelah pulang ibadah penghiburan, Sesi mengaku menyempatkan diri singgah untuk bertemu tim pemenangan yang ada di Dusun Toaro Kelurahan Sawidago Kecamatan Pamona Puselemba untuk memastikan kesiapan tim sebelum hari pencoblosan.

Sebagai Ketua Tim Pemenangan pasangan calon nomor urut 2 (DAS – Beramal), Sesi mengatakan tidak sedang membagi bagikan uang seperti yang dituduhkan. “Saya berada dalam mobil dan hendak pulang , tiba tiba mobil saya dihadang dan diminta untuk turun dari mobil. Semua barang sata digeledah. Dan sejumlah warga meneriaki bahkan mencaci maki saya. Padahal saya sedang tidak membagikan apapun,” ujarnya kepada sejumlah wartawan.

Saat digeledah, dari dalam mobil juga hanya didapat spanduk waktu reses anggota DPRD, sejumlah kaos DAS Beramal, satu karung beras dan uang sejumlah Rp 2,1 juta milik sekpri.

“Saat itu juga ada Panwascam, Polmas ada ditempat kejadian. Namun tidak ditemukan sedikitpun upaya money politik karena saya tidak sedang membagikan apapun pada saat itu. Justru saya hendak pulang kembali ke Poso dan dihadang di tengah jalan,” paparnya.

Kuasa hukum Sesi Mapeda, Yan Patris Binela mengatakan, pihaknya telah mengumpulkan
sejumlah barang bukti dan akan segera melapor ke pihak kepolisian.

“Yang kita kejar adalan penegakan hukum, kita tidak boleh main-main dengan hal ini jangan dianggap sepele perbuatan persekusi yang dilakukan dengan cara yang tidak baik, termasuk menyebar berita hoax. Apalagi itu dilakukan terhadap seorang Ketua DPRD,” ucap Yan Patris dihadapan wartawan.

Menurutnya, langkah yang diambil melaporkan ke pihak Polres Poso atas perbuatan persekusi dan penyebaran berita hoax, yang menurut Yan Patris ada dua bentuk tindak pidana, yakni pidana umum dan pidana khusus.

“Kemarin ibu sesi dilaporkan ke Bawaslu oleh beberapa oknum tentang money politik, sambil menunggu laporan itu. Selanjutnya kami juga melapor ke Bawaslu tentang kejadian yang menimpa ibu Sesi. Namun oleh Bawaslu laporan ibu tidak memenuhi unsur dan meminta agar ibu mengkonsultasikannya kepada aparat kepolisian. Atas dasar itu kami kemudian membawa masalah ini ke pihak kepolisian,” terang Yan Patris Binela.

Yan Patris Binela menambahkan, ada puluhan oknum pelaku yang akan dilaporan ke pihak kepolisian terkait kasus persekusi dan penyebaran berita hoax kepada ibu Ketua DPRD Poso, Sesi Mapeda.

Dihadapan wartawan, Sesi Mapeda mengakui, tidak terima dengan tindakan para pelaku persekusi dan penyebar berita hoax menuduh dirinya melakukan money politik.

“Saya tidak diterima ini negara hukum, para pelaku sengaja menghadang saya, menggeledah saya didalam mobil, meneriaki saya dengan kata-kata kotor, sebarkan berita hoax. Saya difoto lalu direkam dan kemudian disebarkan di media sosial, seolah-seolah saya ini sudah bersalah dan melakukan yang mereka tuduh. Padahal saya berada dalam mobil dan hendak kembali ke Poso,” pungkasnya. (SAQ/LEE).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here