Cegah Radikalisme, Mantan Napi Teroris Minta Pemerintah Perlu Lakukan Pendekatan dan Pengawasan

0
212

POSONEWS, Poso – TS yang merupakan salah seorang mantan narapidana kasus terorisme di Kabupaten Poso mengakui, bahwa dirinya pernah bergabung kurang lebih 2 tahun dengan kelompok DPO pimpinan Santoso dan kemudian ditangkap oleh aparat keamanan, hingga dirinya menjalani proses hukuman kurang lebih 4 tahun dan dinyatakan bebas bersyarat pada Oktober 2019.

Menurut TS, pemahaman maupun idiologi yang keras hingga menuju ke arah radikalisme bisa menjadi dasar seseorang melakukan aksi terorisme.

Oleh karena itu, kata TS, untuk mencegah hal tersebut, pemerintah perlu melakukan pendekatan dan pengawasan sejak dini melalui pengawasan pengajar dari tingkat SD sampai Universitas.

“Semua pihak harus melakukan program pencegahan penyebaran paham idiologi keras yang bisa mengarah ke tindakan radikalisme, melalui pendidikan sejak dini harus menjadi sarana pencegahan agar tidak tertanam benih-benih radikalisme kepada anak-anak,” kata TS mantan napi teroris.

Selain itu, lanjut TS, aparat keamanan juga perlu melakukan program. Yakni, pendekatan dengan cara silahturahmi secara rutin, guna menjalin hubungan emosional yang lebih baik dengan para eks napi kasus terorisme.

“Dengan adanya silaturahmi, para eks napi terorisme, tidak mudah kembali terpengaruh dengan paham dan idiologi keras yang menjurus ke aksi terorisme,” imbuhnya.

Ia juga menghimbau, agar masyarakat khususnya generasi muda, tidak mudah terpengaruh dengan paham-paham radikalisme. (DUL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here