Penggiat Amatir Radio Lakukan Uji Coba Penjejak Nelayan Berbasis APRS LORA

0
768
Uji coba Pajala Tracker radio penjejak perahu nelayan yang berbasis APRS LORA (Foto:IST)
- Advertisement -

PosoNews.id, Poso- Seorang penggiat amatir radio, Joko Santoso yang tergabung dalam Tim Keeposat, pada tanggal 26-27 April 2021 melakukan uji coba radio penjejak perahu nelayan yang berbasis APRS LORA .

Alat yang diberi nama “Pajala Tracker” ini berfungsi sebagai penjejak posisi nelayan ketika melaut.

Kata Joko, uji coba ini menjadi pengembangan lanjutan dari teknologi LORA yang sebelumnya telah diterapkan di Banjarnegara dan Jawa Tengah sebagai alat pemantau daerah rawan longsor.

“Konsep pengiriman data dari tracker ini hampir serupa dengan Landslide Data recorder (LSDR) yang dikembangkan oleh KeepoSAT Bersama Orari Banjarnegara, tetapi fungsi dari alat ini sebagai penjejak kapal nelayan kecil yang belum dilengkapi dengan peralatan navigasi dan komunikasi standar maritime seperti AIS,” kata Joko.

Dijelaskan, pengembangan alat ini berupa upaya mencari solusi untuk beberapa kasus nelayan hilang di perairan teluk Tomini di Kabupaten Poso.

Uji coba alat Pajala Tracker yang di[pakai nelayan terpantau dari website

Seperti yang pernah terjadi beberapa waktu silam, tim SAR Poso turun ke perairan melakukan pencarian nelayan yang hilang karena tidak bisa menepi, beruntungnya nelayan tersebut ditemukan dengan selamat.

Jika seluruh kapal nelayan disini dipasangi Pajala Tracker kata Joko, maka tidak menutup kemungkinan kasus nelayan hilang dan tidak terdeteksi akan mudah diatasi.

“Minimalnya lokasi terakhir kapal tersebut diketahui dan mempersempit area penyisiran petugas,” terangnya.

Diketahui, beberapa saat yang lalu tim KeepoSAT dan Orari lokal Banjarnegara melakukan audiensi dengan Direktorat Jendral SDPPI melalui zoom meeting untuk membahas alokasi frekuensi LORA di band amatir radio, mereka mendukung penuh pengembangan ini.

Koordinator Sertifikasi Operator Radio, Dodik Sudiyono mengungkapkan bahwa Pajala Tracker berpotensi menjadi alternatif AIS versi murah yang dapat dijangkau oleh nelayan-nelayan kecil untuk meningkatkan keselamatan mereka ketika berlayar.

Joko menambahkan, bahwa uji coba alat ini berhasil. Kecepatan, arah dan posisi terkini kapal tersebut bisa terpantau secara langsung melalui web APRS.FI.

“Kami mengujicobakan Pajala Tracker ini kepada 2 kapal nelayan lokal dari Kelurahan Bonesompe dengan SSID YC8NYJ-8 dan YC8NYJ-11 yang juga dibantu oleh Farid, Havid dan Arifin,” ungkapnya.

Di berharap agar alat ini benar-benar bisa membantu nelayan kecil untuk meningkatkan keselamatan mereka ketika melaut dan mengurangi rasa cemas keluarga mereka dirumah. Sebab dengan alat tersebut kapal kapal mereka bisa dipantau secara langsung melalui website.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini