PosoNews.id, Morut- Kunjungan kerja Wakil Gubernur Sulteng Rusli Dg.Palabbi ke perusahaan tambang PT.GNI di Kabupaten Morowali Utara menuai kecaman dari para awak media yang bertugas di wilayah itu.
Sejumlah awak media mengaku kecewa karena pihak perusahaan tidak mengizinkan melakukan liputan.
Seperti diketahui, setibanya di Morowali Utara, salah satu agenda Wagub mengunjungi lokasi proyek pertambangan nikel PT GNI. Informasi itu awalnya sudah diketahui oleh para awak media melalui pesan pemberitahuan dari group whatsapp mitra humas Pemda Kabupaten Morowali Utara.
Namun kedatangan Wagub meninjau mega proyek ini terkesan sangat tertutup jika dibandingkan dengan kehadiran pejabat-pejabat lainnya. Hal itu terbukti, ketika sejumlah wartawan yang berada di Morowali Utara dilarang untuk meliput kehadiran Wagub di PT GNI.
Sekuriti dan menejemen perusahaan, mempertanyakan undangan peliputan kepada awak media yang hendak meliput. Sejumlah awak media cukup kesal dengan sikap menejemen tersebut.
Apri Kelo salah satu jurnalis dari media Suara Rakyat yang ikut peliputan tersebut, menceritakan kronologis yang dialaminya,
“Kami sudah lama di pos dan sempat dihadang oleh petugas sekuriti. Padahal kami sudah menjalankan protokol kesehatan dan mengaku dari teman teman media untuk meliput kegiatan kunker wakil gubernur dan rombongan. Namun alasannya tidak diijinkan oleh pihak menejemen,” jelas Apri.
Setelah sekitar 1 jam lebih menunggu kemudian awak media boleh dizinkan melewati pos masuk. “Itupun setelah kami mengkonfirmasi lewat WA kepada HRD PT GNI, dengan menjelaskan datang meliput kunjungan wakil gubernur,” tambahnya.
Namun, saat mendekati lokasi pertemuan, kira kira jaraknya sekitar kurang lebih 100 meter, awak media kembali dikejutkan dengan penghadangan lagi oleh petugas dan security.
“Kata sekuriti minta maaf ini pak kamu tidak diijinkan masuk, ini perintah atasan. Padahal kami sudah menunjukkan pesan WA dari HRD pak Anto kepada petugas sekuriti itu, namun tetap diabaikan. Kami sampaikan datang untuk meliput kunjungan wakil gubernur dan sudah komunikasi dengan pak Anto selaku HRD dari perusahaan,” kesalnya.
“Mendengar intruksi dari petugas sekuriti tersebut itu kami lalu mencoba untuk menghubungi Pak anto HRD lewat telpon dan WA namun sudah tidak ada jawaban. Jadi kami pulang sekitar jam setengah 3 sore, kami sudah kesana sebelum jam 11,” ujar Apri.
Ronal Parentah wartawan Radar Metro menambahkan, pihaknya sangat kecewa dengan ulah managemen PT.GNI.
“Tentu kita tidak menerima apa yang mereka lakukan. Tidak hanya tindakan di PT GNI, tetapi koordinasi antara Humas dengan pekerja media yang selama ini sudah terjalin cukup baik dan harmonis tidak dirasakan saat ini. Seandainya kita tahu dari awal bahwa kita tidak diperbolehkan meliput pasti kita tidak akan ke lokasi,” katanya kesal.
Ia katakan masih banyak topik liputan lain yang juga sangat penting. Ia sangat menyayangkan, kenapa para wartawan dilarang meliput, tanpa ada informasi yang jelas.
Ia menduga bahwa sikap tertutup ini memberi sinyal jika ada kegiatan didalam perusahaan yang tidak beres. Ia berharap pihak menejemen PT GNI dapat segra mengklarifikasi perihal pelarangan peliputan kunker wagub sulawesi tengah tersebut. MUEL





