PLTS PT COR Resmi Beroperasi, Energi Hijau Masuk Tambang

0
45
- Advertisement -

MORUT, POSONEWS.ID – Energi surya mulai masuk ke sektor pertambangan di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

Bupati Morowali Utara Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) PT Central Omega Resources (COR) Tbk di Dusun V, Desa Ganda-Ganda, Kecamatan Petasia, Selasa (29/9/2026).

PLTS tersebut memiliki kapasitas 256 kilowatt peak (kWp) dan dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 251 kilowatt-hour (kWh) untuk mendukung kebutuhan listrik operasional perusahaan, khususnya kawasan pertambangan.

Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Bupati Delis bersama Kapolres Morowali Utara AKBP Junaidy Antonius Weken, Dandim 1311/Morowali Letkol Inf. Boyke Baja Imanuel Sirait, M.A., M.Mos., Direktur Utama PT COR Tbk Andi Jaya, dan Managing Director PT Xurya Daya Indonesia Eka Himawan.

Bagi Pemerintah Kabupaten Morowali Utara, pengoperasian PLTS tersebut menjadi langkah awal dalam mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan di daerah, terutama di tengah kebutuhan energi sektor pertambangan yang terus berkembang.

“Ini hal yang pertama terjadi di Kabupaten Morowali Utara, bahkan mungkin di Sulawesi Tengah,” kata Bupati Delis dalam sambutannya.

Delis mengatakan pemanfaatan energi surya sejalan dengan upaya mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus mendorong kemandirian energi bagi dunia usaha.

Menurut dia, Morowali Utara memiliki potensi yang mendukung pengembangan pembangkit listrik tenaga surya. Salah satu indikatornya adalah intensitas penyinaran matahari yang dinilai memenuhi kebutuhan pengembangan PLTS.

Delis mengatakan Pemerintah Kabupaten Morowali Utara juga telah berkomunikasi dengan PLN terkait peluang pengembangan PLTS dalam skala lebih besar.

Ia menyebut pemerintah daerah telah menerima permintaan lokasi untuk rencana pembangunan PLTS dengan kebutuhan lahan lebih dari 200 hektare dan kapasitas yang disebut mencapai sekitar 200 megawatt (MW).

Selain itu, pemerintah daerah tengah membahas kemungkinan pemanfaatan lahan bekas tambang untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya.

“Kalau bisa Morowali Utara ini jadi pusat pembangunan PLTS di Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Namun, rencana pengembangan tersebut masih dalam tahap pembahasan antara pemerintah daerah dan pihak terkait.

Direktur Utama PT Central Omega Resources Tbk Andi Jaya mengatakan pembangunan PLTS merupakan program yang telah direncanakan perusahaan sejak beberapa tahun lalu dan kini berhasil direalisasikan.

Menurut Andi, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan mendorong penggunaan energi yang lebih bersih.

“Sebagai salah satu pelaku tambang di dunia usaha tambang di Republik Indonesia ini, kami sadar bahwa ketergantungan kepada energi asal fosil itu cepat atau lambat pasti akan berakhir,” kata Andi.

Ia mengatakan perubahan menuju energi hijau tidak cukup hanya diwacanakan, tetapi harus diwujudkan melalui langkah konkret.

“Kalau cuma kita bicara di mulut saja tapi tidak ada tindakan nyata, itu namanya cuma omdo. Hari ini kita membuktikan bahwa di wilayah Morowali Utara ini, berkat dukungan Bapak Bupati, kami diperkenankan untuk membangun PLTS,” ujarnya.

Andi menyebut PLTS berkapasitas 256 kWp tersebut baru menjadi tahap awal. PT COR, kata dia, telah menyiapkan rencana pengembangan energi terbarukan secara berkelanjutan.

Ia juga berharap perusahaan tambang dan pelaku usaha lainnya di Morowali Utara mengambil langkah serupa.

“Saya yakin semua para pelaku tambang dan dunia usaha di wilayah Morowali Utara bisa melakukan hal yang serupa, sehingga alam Morowali Utara ini akan menjadi lebih hijau dan kita akan dikenal sebagai salah satu pengguna green energy yang berkelanjutan,” katanya.

PT Central Omega Resources sendiri merupakan perusahaan pertambangan dan pengolahan mineral yang memiliki operasi pertambangan di Morowali Utara.

Managing Director PT Xurya Daya Indonesia Eka Himawan menjelaskan PLTS PT COR menggunakan sistem off-grid yang diintegrasikan dengan baterai dan pasokan listrik PLN.

Menurut Eka, sistem tersebut memungkinkan energi dari PLTS dan baterai dimanfaatkan untuk mendukung operasional pada siang hari, sementara PLN tetap menjadi bagian dari sistem pasokan. Baterai juga dapat berfungsi sebagai cadangan ketika diperlukan.

“Pemanfaatan energi terbarukan ini bukan cuma untuk green, tetapi meningkatkan keandalan juga,” kata Eka.

Ia mengatakan keandalan pasokan energi menjadi faktor penting bagi sektor pertambangan yang membutuhkan listrik secara berkelanjutan.

Eka menilai langkah PT COR merupakan terobosan karena menunjukkan bahwa pemanfaatan PLTS dapat diterapkan untuk kebutuhan energi sektor pertambangan.

Xurya sendiri menyebut telah merealisasikan lebih dari 300 proyek PLTS hingga akhir 2025, baik sistem on-grid maupun hybrid off-grid, di berbagai wilayah Indonesia.

“Hari ini adalah peluang untuk kita memperlihatkan bahwa energi terbarukan itu bisa dilakukan untuk di sektor pertambangan,” ujarnya.

Eka berharap proyek tersebut dapat menjadi contoh bagi perusahaan tambang lainnya di Morowali Utara untuk mengeksplorasi pemanfaatan energi terbarukan sesuai karakteristik kebutuhan masing-masing lokasi.

Anggota DPD RI asal Sulawesi Tengah Febriyanthi Hongkiriwang, S.Si., Apt., mengatakan kehadirannya dalam peresmian tersebut berkaitan dengan tugasnya di Komite II DPD RI yang membidangi antara lain energi dan sumber daya alam.

Ia mengapresiasi pembangunan PLTS karena penggunaan energi surya dinilai lebih ramah lingkungan sekaligus dapat membantu mendukung kebutuhan energi perusahaan.

“Dengan dibangunnya pembangkit listrik tenaga surya ini, lebih ramah lingkungan dan tentunya lebih membackup perusahaan sehingga produksi lebih bagus lagi,” kata Febriyanthi.

Menurut dia, peningkatan produksi perusahaan diharapkan tetap berjalan beriringan dengan perhatian terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Ketika produksi lebih bagus, impact-nya kepada masyarakat dan lingkungan sekitarnya lebih baik lagi,” ujarnya.

Bupati Delis menegaskan pemerintah daerah akan terus mendorong terciptanya iklim investasi yang kondusif sekaligus mendorong perusahaan untuk mengambil bagian dalam pembangunan berkelanjutan.

Menurut dia, kebutuhan listrik di Sulawesi Tengah ke depan cukup besar, sehingga upaya menyediakan sumber energi secara mandiri oleh dunia usaha dapat menjadi bagian dari solusi.

Delis berharap perusahaan-perusahaan pertambangan lainnya tidak hanya bergantung pada pasokan listrik PLN, tetapi mulai mempertimbangkan pengembangan sumber energi alternatif sesuai kemampuan dan kebutuhan operasional masing-masing.

“Tentunya kita berharap nantinya perusahaan-perusahaan lain juga akan mengikuti jejak PT COR, karena bagaimana mencoba berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan listrik yang ada sehingga tidak semata-mata kita bergantung pada suplai yang diberikan oleh PT PLN,” kata Delis.

Ia menilai keterlibatan sektor swasta dalam pengembangan energi terbarukan juga dapat membantu memperkuat kemandirian energi daerah.

“Secara mandiri kita bisa mencukupkan kebutuhan energi di masing-masing perusahaan yang ada,” ujarnya.

Pengoperasian PLTS PT COR sekaligus menambah langkah konkret pemanfaatan energi surya di kawasan pertambangan Morowali. Bagi Morowali Utara, proyek ini tidak hanya berkaitan dengan penyediaan listrik untuk kebutuhan operasional perusahaan, tetapi juga menjadi awal dari dorongan pemerintah daerah agar pemanfaatan energi baru terbarukan semakin luas.

Peresmian tersebut turut dihadiri Dandim 1311/Morowali Letkol Inf. Boyke Baja Imanuel Sirait, M.A., M.Mos., Danyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 825/Garuda Yudha Sakti Letkol Inf Alkomar, S.I.P., M.Tr., Danki 1 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulawesi Tengah AKP Hendra Karna, S.H., Kepala Perangkat Daerah, Camat Petasia, Kepala ULP PLN Kolonodale, Kepala Desa Ganda-Ganda, jajaran PT COR Group, PT Xurya Daya Indonesia, serta tamu undangan lainnya.(*/CHEM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini