Pers Morowali Diminta Tetap Kritis di Tengah Hilirisasi

0
139
- Advertisement -

MOROWALI, POSONEWS.ID – Pers di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, diminta tetap kritis menjalankan fungsi kontrol sosial di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi yang didorong hilirisasi industri pertambangan. Media dinilai memiliki peran penting dalam mengawal investasi, pembangunan, lingkungan, dan kepentingan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Morowali, Yusman Mahbub, saat menghadiri Pengukuhan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Morowali periode 2026-2029 di Hotel Metro, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Minggu (27/9/2026).

Yusman mengatakan pemerintah membutuhkan kritik dan koreksi dari media untuk memperbaiki kinerja birokrasi. Ia meminta wartawan tetap menjalankan fungsi pengawasan secara profesional.

“Pemerintah tidak akan maju kalau tidak ada media. Mahasiswa dan wartawan, beritakan, kontrol, serta protes jika pemerintah salah,” ujar Yusman.

Menurutnya, capaian ekonomi Morowali tidak terlepas dari pemberitaan mengenai potensi dan perkembangan daerah. Namun, pertumbuhan tersebut tetap membutuhkan pengawasan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara luas.

Sementara itu, PWI Sulawesi Tengah mengingatkan pers agar tetap independen dalam mengawal investasi. Pesan tersebut dibacakan Sekretaris PWI Sulteng, Temu Sutrisno.

“Pers Kebangsaan bukanlah pers yang asal memuji atau sekadar menjadi corong kekuasaan,” kata Temu.

Ia menegaskan, pers harus tetap kritis terhadap persoalan lingkungan, ketenagakerjaan, dan dampak sosial dengan berpegang pada fakta, verifikasi, Kode Etik Jurnalistik, serta UU Pers.

Pengurus PWI Morowali periode 2026-2029 kemudian didorong meningkatkan kompetensi wartawan, memperkuat disiplin jurnalistik, dan membangun keterbukaan informasi dengan pemerintah maupun pelaku usaha tanpa mengorbankan independensi pers.(***/DRM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini