Siapkan Generasi Industri Masa Depan, Morowali Utara Perjuangkan Sekolah Nasional Terintegrasi

0
5
- Advertisement -

JAKARTA, POSONEWS.ID – Bupati Morowali Utara, Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, mengusulkan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (PAUD Dikdasmen dan PNF), Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D., di Gedung Kemendikdasmen, Jumat (21/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Delis didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Morowali Utara Krispen H. Masu, S.STP., M.Si., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Morowali Utara Muh. Ridwan Dg. Malureng, S.Ag., serta Kepala Bappelitbangda Morowali Utara Gerzom Tandi, ST, M.Eng.

Rombongan diterima langsung oleh Gogot Suharwoto bersama Sekretaris Direktorat Jenderal Dr. Eko Susanto, S.E., M.Si., dan jajaran kementerian.

Audiensi tersebut membahas kesiapan Kabupaten Morowali Utara mendukung program Sekolah Nasional Terintegrasi yang menjadi salah satu upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan revitalisasi sejumlah sekolah yang mengalami kerusakan berat dan sedang.

Bupati Delis mengatakan Pemerintah Kabupaten Morowali Utara telah menyiapkan lahan untuk mendukung pembangunan sekolah tersebut.

Menurutnya, kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi sangat dibutuhkan seiring pertumbuhan penduduk dan meningkatnya aktivitas industri di wilayah Morowali Utara.

“Kami telah menyiapkan lahan dan berharap pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dapat terealisasi tahun depan,” kata Delis.

Ia menjelaskan, selain pembangunan sekolah baru, pemerintah daerah juga mengajukan bantuan revitalisasi untuk sejumlah sekolah yang kondisinya membutuhkan penanganan segera.

“Kami juga berharap sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat dapat memperoleh dukungan dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Delis menjelaskan bahwa Morowali Utara yang kini berkembang sebagai kawasan pertambangan dan hilirisasi nikel menghadapi tantangan meningkatnya kebutuhan layanan pendidikan.

Sejumlah sekolah di sekitar kawasan industri bahkan telah mengalami kelebihan kapasitas akibat tingginya pertumbuhan penduduk dan arus migrasi.

Pemerintah daerah juga menyampaikan kondisi fiskal yang cukup menantang akibat penurunan transfer daerah dan keterbatasan anggaran.

Meski demikian, pengembangan sumber daya manusia tetap menjadi prioritas melalui berbagai program pendidikan, penguatan literasi dan numerasi, serta peningkatan akses pendidikan berkualitas.

Menanggapi usulan tersebut, Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen dan PNF Gogot Suharwoto menyampaikan apresiasi atas kesiapan Pemerintah Kabupaten Morowali Utara yang telah menyiapkan lahan dan dokumen pendukung untuk pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi.

“Kami mengapresiasi kesiapan Morowali Utara dalam mendukung program Sekolah Nasional Terintegrasi,” kata Gogot.

Menurut dia, kementerian akan melanjutkan proses verifikasi administrasi dan pengecekan lapangan guna memastikan seluruh persyaratan terpenuhi, termasuk memastikan status lahan yang diusulkan benar-benar clear and clean.

“Jika seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan, usulan ini dapat diproses ke tahap berikutnya,” ujarnya.

Selain pembangunan sekolah baru, Gogot menegaskan revitalisasi sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat juga menjadi perhatian pemerintah pusat.

Kementerian berencana menurunkan tim untuk melakukan verifikasi lapangan terhadap sejumlah sekolah yang diajukan pemerintah daerah.

“Sekolah yang menjadi prioritas akan segera kami verifikasi untuk menentukan langkah penanganan yang tepat,” katanya.

Dalam pertemuan itu terungkap bahwa Pemerintah Kabupaten Morowali Utara telah menyiapkan dua alternatif lokasi pembangunan SNT.

Salah satu lokasi masih memerlukan kajian lebih lanjut, sementara lokasi lainnya dinilai lebih memungkinkan untuk dikembangkan.

Sekolah Nasional Terintegrasi yang diusulkan dirancang mencakup jenjang SMP dan SMA dengan fasilitas modern, seperti laboratorium, perpustakaan, pusat informasi, sarana olahraga, ruang terbuka, hingga pusat pelatihan guru (teachers learning hub).

Sekolah tersebut juga diharapkan menjadi pusat pengembangan pendidikan berbasis prestasi, teknologi, dan peningkatan kompetensi masa depan.

Selain memperkuat literasi dan numerasi, sekolah ini direncanakan memberikan keterampilan tambahan kepada siswa, seperti bahasa Inggris, bahasa Mandarin, desain grafis, pemrograman, coding, hingga kecerdasan artifisial (AI).

Konsep tersebut diharapkan mampu mendukung kebutuhan sumber daya manusia yang kompetitif di tengah pesatnya perkembangan industri di Morowali Utara.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Morowali Utara juga mengajukan revitalisasi sejumlah sekolah yang sempat menjadi perhatian publik akibat kondisi bangunan yang rusak, di antaranya SDN Tanauge dan SMP Salubiro.

Kementerian disebut telah merespons usulan tersebut dengan rencana melakukan pengecekan lapangan untuk menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

Pemerintah daerah menargetkan seluruh persyaratan teknis yang masih dibutuhkan dapat dilengkapi sebelum batas waktu pengajuan berikutnya pada September 2026, sehingga proses pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dapat segera memasuki tahapan lanjutan.(*/CHEM).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini