Tantang Komitmen K3 Perusahaan, HIPPMA BB Soroti Korban Jiwa di PT IHIP dan Desak Evaluasi Menyeluruh

0
5
- Advertisement -

POSONEWS.ID -:Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Bungku Barat (HIPPMA BB) mempertanyakan sejauh mana komitmen perusahaan terhadap penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menyusul insiden kerja yang mengakibatkan meninggalnya seorang pekerja di kawasan PT Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP) Topogaro.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius HIPPMA BB karena kembali menempatkan keselamatan buruh sebagai isu yang harus dijawab secara nyata oleh perusahaan maupun pemerintah. Organisasi mahasiswa itu menilai bahwa setiap kecelakaan kerja yang menimbulkan korban jiwa merupakan indikator yang perlu dievaluasi secara mendalam, terutama terkait efektivitas penerapan standar K3 di lingkungan kerja.

Ketua Umum HIPPMA BB, Rahmat Hidayat mengatakan bahwa, perusahaan perlu menjelaskan kepada publik bagaimana sistem keselamatan kerja diterapkan serta langkah-langkah apa yang telah dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja.

“Kami mempertanyakan komitmen perusahaan terhadap K3. Ketika korban jiwa kembali terjadi, publik berhak mengetahui apakah sistem keselamatan yang ada telah berjalan secara maksimal atau masih terdapat celah yang harus segera dibenahi. Keselamatan pekerja tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan dalam praktik yang nyata,” ujar Rahmat.

Menurutnya, pesatnya perkembangan industri di Morowali harus diimbangi dengan peningkatan kualitas perlindungan terhadap tenaga kerja. Produktivitas dan investasi tidak boleh berjalan dengan mengorbankan aspek keselamatan yang menjadi hak dasar setiap pekerja.

HIPPMA BB mendesak PT IHIP untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek K3, mulai dari prosedur operasional, pengawasan lapangan, kesiapan peralatan kerja, hingga sistem mitigasi risiko yang diterapkan di kawasan industri. Selain itu, hasil investigasi atas insiden tersebut perlu disampaikan secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Kami meminta adanya keterbukaan terkait penyebab insiden ini. Evaluasi harus dilakukan secara serius agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Setiap nyawa pekerja yang hilang harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh perusahaan untuk memperkuat budaya keselamatan kerja,” tegasnya.

HIPPMA BB juga meminta Pemerintah Kabupaten Morowali dan instansi terkait untuk memperketat pengawasan terhadap implementasi K3 di seluruh kawasan industri. Menurut organisasi tersebut, pengawasan yang kuat merupakan bagian penting dalam memastikan perusahaan menjalankan tanggung jawabnya terhadap keselamatan tenaga kerja.

“Jangan sampai Morowali hanya dikenal sebagai pusat industri nasional, tetapi masih menyisakan persoalan serius terkait keselamatan pekerja. Pemerintah harus hadir memastikan bahwa setiap perusahaan benar-benar mematuhi standar K3 yang berlaku dan tidak mengabaikan perlindungan terhadap buruh,” lanjut Rahmat.

HIPPMA BB menegaskan bahwa keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas industri. Organisasi tersebut berharap insiden yang terjadi di PT IHIP menjadi momentum untuk memperkuat penerapan K3 secara menyeluruh sehingga tidak ada lagi pekerja yang menjadi korban akibat lemahnya sistem keselamatan kerja.

“Nyawa buruh tidak boleh menjadi angka statistik. Keselamatan harus ditempatkan di atas target produksi dan kepentingan bisnis. Karena pada akhirnya, keberhasilan industri juga diukur dari kemampuannya melindungi para pekerja yang menjadi bagian penting dari roda produksi,” tutup Rahmat. EKO

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini