POSONEWS.ID -:Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Bungku Barat (HIPPMA BB) melakukan pertemuan dengan Satuan Tugas Penyelesaian Konflik Agraria (Satgas PKA) Provinsi Sulawesi Tengah guna menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat terkait konflik agraria yang hingga kini masih berlangsung antara masyarakat Bungku Barat dan PT Citra.
Dalam pertemuan tersebut, HIPPMA BB menegaskan bahwa konflik agraria yang terjadi tidak boleh terus dibiarkan tanpa kepastian penyelesaian. Masyarakat membutuhkan ruang dialog yang terbuka, adil, dan melibatkan seluruh pihak yang berkepentingan agar persoalan yang telah berlangsung bertahun-tahun dapat menemukan titik terang.
Ketua Umum HIPPMA BB, Rahmat Hidayat, menyampaikan bahwa kehadiran pihaknya di Satgas PKA merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat Bungku Barat. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran untuk mendorong lahirnya komunikasi yang konstruktif antara masyarakat dan perusahaan demi terciptanya solusi yang berkeadilan.
“Kami datang bukan untuk memperkeruh keadaan, tetapi untuk mendorong hadirnya ruang dialog yang serius antara masyarakat dan PT Citra. Konflik agraria harus diselesaikan melalui komunikasi yang terbuka dengan mengedepankan data, fakta, serta penghormatan terhadap hak-hak masyarakat,” ujar Rahmat.
HIPPMA BB juga meminta Satgas PKA untuk memfasilitasi pertemuan antara masyarakat dan PT Citra sebagai langkah awal membangun kesepahaman bersama. Menurut mereka, penyelesaian konflik tidak dapat dicapai apabila komunikasi hanya berjalan sepihak.
Pertemuan tersebut turut membahas pentingnya verifikasi dokumen, riwayat penguasaan lahan, serta keterlibatan pemerintah daerah dalam memastikan proses penyelesaian berjalan transparan dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak. Satgas PKA sendiri selama ini mendorong penyelesaian konflik agraria melalui mekanisme dialog, mediasi dan verifikasi data sebagai dasar pengambilan keputusan.
Rahmat menambahkan bahwa masyarakat Bungku Barat tidak hanya membutuhkan janji penyelesaian, tetapi juga langkah nyata yang dapat memberikan kepastian terhadap status lahan yang menjadi sumber kehidupan mereka. Karena itu, HIPPMA BB berharap pertemuan antara masyarakat dan PT Citra dapat segera terlaksana dengan difasilitasi oleh Satgas PKA.

“Hak masyarakat atas tanah harus mendapatkan kepastian. Kami berharap semua pihak dapat duduk bersama dan menyelesaikan persoalan ini secara bermartabat tanpa mengabaikan hak-hak masyarakat yang selama ini memperjuangkan lahannya,” tegasnya.
Sebagai organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, HIPPMA BB menyatakan akan terus mengawal proses penyelesaian konflik agraria di Bungku Barat serta mendorong terciptanya kebijakan yang berpihak pada keadilan dan kepastian hak atas tanah bagi masyarakat. EKO





