POSONEWS.ID, MOROWALI- Aktivitas penambangan batu (galian C) yang berlangsung di sejumlah titik wilayah Desa Bente , Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, menuai kritik tajam. Sebab, selain menimbulkan kerusakan lingkungan dan infrastruktur, kegiatan tersebut dinilai tidak memberikan kontribusi signifikan bahkan nyaris nihil terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Morowali.
Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa truk pengangkut batu seringkali melintas hingga merusak badan jalan Kabupaten dan Desa yang menjadi satu-satunya akses warga. Debu batu menyelimuti permukiman dan lahan pertanian, sementara kebisingan mesin mengganggu kenyamanan hidup serta kesehatan warga sekitar.
” Jalan Desa sudah banyak bolong-bolong lagi, akibat aktivitas truk yang muat material batu. Pemerintah Desa Bente seperti mengabaikan hal tersebut,” tegas salah seorang warga Desa Bente yang enggan disebutkan namanya saat di temui media ini Selasa malam (16/6/2026).
Dari sisi keuangan daerah, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Kabupaten Morowali, Hamlin, saat dikonfirmasi mengakui adanya kebocoran potensi pendapatan.
“Banyak operasi tambang batu yang berjalan tanpa izin resmi, atau ada izin namun tidak melaporkan volume produksi sesungguhnya. Akibatnya, royalti, pajak daerah, dan retribusi angkutan tidak masuk sesuai potensi yang seharusnya diterima,” jelasnya .
Masyarakat berharap Pemerintah Daerah segera menertibkan, memastikan kewajiban fiskal dipenuhi, serta memulihkan kerusakan lingkungan dan infrastruktur agar tidak terus menjadi beban pembangunan jangka panjang.(DRM)





