Dua Kandidat Siap Bertarung di Pilkades Lanumor, Petahana vs Penantang Usung Visi Pembangunan dan Transparansi

0
4
- Advertisement -

POSONEWS.ID – Perhelatan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak diKabupaten Morowali Utara, khususnya di Desa Lanumor Kecamatan Mori Atas dipastikan berlangsung kompetitif. Dua kandidat, yakni petahana Seprianto Manantuada dan penantang Lili Kristiani, sama-sama menyatakan kesiapan untuk maju dan menawarkan visi terbaik bagi pembangunan desa.

Seprianto Manantuada yang saat ini menjabat sebagai Kepala Desa Lanumor berkomitmen melanjutkan berbagai program pembangunan yang telah berjalan selama masa kepemimpinannya. Ia menilai kondisi efisiensi anggaran yang terjadi saat ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mendorong inovasi di tingkat desa.

“Kami harus mampu berinovasi dan merancang strategi untuk meningkatkan pendapatan desa, agar pembangunan tetap berjalan tanpa bergantung penuh pada dana pusat maupun daerah,” ujar Seprianto, Selasa (5/5/2026).

Ia juga menegaskan komitmennya dalam mendukung program pemerintah daerah guna mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, dan sejahtera. Dengan pengalaman serta visi pengembangan desa berbasis kemandirian ekonomi, ia optimistis dapat kembali memperoleh kepercayaan masyarakat.

Sementara itu, Lili Kristiani hadir sebagai penantang yang membawa semangat perubahan. Mantan aparatur sipil negara (ASN) ini dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang pemerintahan, termasuk pernah menjabat sebagai Sekretaris Camat (Sekcam) dan sekretaris di Dinas Perhubungan.

Dengan mengusung moto “Membangun dengan hati, melayani dengan kasih,” Kristina menekankan pentingnya transparansi dalam tata kelola pemerintahan desa serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia mengusung visi “Terwujudnya Desa Lanumor yang maju, transparan, dan sejahtera melalui tata kelola pemerintahan yang baik serta penguatan ekonomi.” Lili Kristina juga optimistis mampu membawa warna baru dalam kepemimpinan desa.

Pilkades Lanumor diharapkan menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin terbaik. Persaingan antara petahana dan penantang ini tidak hanya mencerminkan dinamika demokrasi desa, tetapi juga menjadi harapan baru bagi terwujudnya pembangunan yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan. CHEM