POSONEWS.ID – Muh. Taufik Ketua Umum Mahasiswa Anti Narkoba Dan Peduli Aids (MANPA) menyoroti fenomena mengenai penyalahgunaan Vape (rokok eletrik) untuk mengonsumsi narkotika.
Menurutnya, Vape yang awalnya digunakan sebagai alat bantu untuk berhenti mengonsumsi rokok, kini menjadi ancaman besar terutama bagi anak muda di indonesia. Hal ini tentunya menjadi kekhawatiran yang perlu di perhatikan bagi pemerintah pusat maupun daerah.
Di tengah tujuan besar Indonesia Emas 2045 dan bonus demografis, kondisi umur produktif lebih banyak dari pada non prdofuktif yang berkisar 15-64 tahun, banyak problem besar salah satunya adalah penyalahgunaan Narkotika yang sampai saat ini pemerintah pusat maupun daerah belum bisa mengatasinya.
Masuknya jenis-jenis narkotika baru seperti New Psychoactive Substances (NPS) yang mengandung zat psikoaktif dan zat etomidate (obat bius) yang masuk dalam jenis narkotika Golongan II.
Narkotika jenis baru ini juga dirancang untuk meniru efek obat-obatan terlarang yang sudah ada (seperti ganja, kokain, atau ekstasi). NPS sering kali disamarkan atau disusupkan ke dalam produk konsumsi gaya hidup modern, seperti cairan rokok elektrik (Vape) atau produk herbal, untuk mengelabui pengguna dan aparat.
Ironisnya banyak pelajar yang menjadi korban atas peredaran (NPS) mulai dari tingkat SMP, SMA dan bahkan Perguruan Tinggi yang tentunya masih minim akan pengawasan dan pengetahuan terkait jenis narkotika baru tersebut.
Penyalahgunaan liquid vape yang mengandung narkotika juga memiliki dampak serius terhadap kesehatan fisik dan mental seperti gangguan fungsi saraf, otak, kerusakan organ fisik serta perubahan psikologis dan perilaku. Dengan melihat kondisi peredaran narkotika yang cukup signifikan dan memakan banyak korban, Taufik mengatakan bahwa perlu adanya regulasi yang jelas dari pemerintah serta tindakan tegas aparat terhadap penyalahgunaan rokok eleterik (vape).
Dalam hal ini kata Taufik, kolektifitas organisasi pegiat narkoba juga dibutuhkan dalam melakukan pencegahan peredaran narkotika, melalui program-program yang dapat menunjang pengetahuan terkait bahaya narkoba serta pendampingan terhadap korban peredaran narkotika.
Ketua MANPA itu meminta para pegiat narkoba perlu melakukan pengawasan intens dalam pemberantasan narkotika
“Sebagai agen of control organisasi pegiat narkoba juga perlu melakukan pengawasan yang intens terhadap pemerintah dan aparat dalam menjalankan tugasnya untuk memberantas narkotika,” tutupnya. EKO




