POSONEWS.ID – Sedikitnya 50 relawan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kotapulu Dolo Kabupaten Sigi, Sulteng, mengikuti pelatihan penjamah makanan yang diselenggarakan oleh Yayasan Pandawa Brother Center di lokasi SPPG, Sabtu (8/11/2025).
Keikutsertaan 50 relawan merupakan relawan penyedia makan bergizi gratis (MBG) SPPG Dolo yang terdiri dari bagian produksi, pemorsian, persiapan, distribusi dan pencucian ompreng. Selain itu hadir pula tenaga Akuntan, Ahli Gizi dan Asisten Lapangan (Aslap) dari SPPG Kotapulu, Dolo.
Kepala SPPG Kotapulu Dolo Farid Hidayat mengatakan, tujuan prlatihan dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap penjamah pangan dalam menerapkan prinsip keamanan pangan siap saji guna mendukung penyelenggaraan makanan yang aman, higienis, dan bermutu bagi penerima manfaat yang terdiri dari siswa siswi PAUD, SD, SMP hingga SMA di wilayah penyaluran.

“Kegiatan ini bagian dari syarat yang menjadi komitmen BGN dalam menyediakan tenaga relawan yang terampil dan handal dalam pengolahan bahan makanan di setiap SPPG sesuai standar yang ditetapkan,” ujar Farid.
Sementara itu Ketua Yayasan Pandawa Brothers Center Dr.Suwardi Pantih, S.Sos, MM sebagai pemilik dapur sekaligus yang membuka kegiatan itu berharap agar melalui kegiatan penjamah makanan ini diharapkan akan mampu membentuk tenaga relawan yang memahami tekhnik pengelolaan dapur secara benar guna menjamin kualitas higiene dan keamanan pangan.
Ia juga menyebut kegiatan ini merupakan kegiatan yang kedua kalinya yang dilakukan oleh SPPG yang beroperasi di Kabupaten Sigi.
“Ini kegiatan kedua bagi SPPG yang ada di Kabupaten Sigi. Sebelumnya sudah ada SPPG di Doda. Kegiatan ini merupakan komiitmen kami sebagai pemilik dapur dalam meningkatkan keterampilan para relawan dalam mengelola program MBG,” sebutnya.
Pelatihan ini menghadirkan tiga orang pemateri dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi masing masing ibu Dimda, Novi Cherli dan Maryam yang menyampaikan materi seputar sanitasi, higienitas, keamanan pangan, pengawasan bahan makanan dan risiko kontaminasi pada makanan siap saji.
“Kami menghadirkan pemateri dari Dinkes dalam memberikan materi. Kegiatan ini nantinya juga sebagai awal dalam syarat penerbitan SLHS sebagaimana ketentuan dari BGN yang harus dimiliki oleh setiap dapur MBG saat beroperasi,” tambah Dr. Suwardi Pantih.
Sejumlah materi yang disampaikan pemateri dalam pelatihan ini meliputi konsep dasar keamanan pangan dan risiko kontaminasi pada makanan siap saji.
Selain itu disampaikan pula perapan prinsip higiene dan sanitasi dalam seluruh proses pengolahan, penyimpanan, dan penyajian makanan, serta cara mengidentifikasi potensi bahaya biologis, kimia, dan fisik pada bahan makanan serta cara pencegahannya.
Selain menerima materi, pelatihan juga diisi dengan diskusi, tanya jawab serta pemberian tugas dalam menyusun serta menerapkan Standar Prosedur Operasional (SOP) keamanan pangan di unit kerja masing-masing.
Dalam kesempatan itu Ketua Yayasan Pandawa Brothers Center juga memberikan reward kepada peserta pelatihan tiga terbaik sebagai bentuk motivasi.
Menurutnya kegiatan ini akan menjadi agenda rutin dari SPPG Dolo Kotapulu yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi. ULY





