KPH Tepo Asa Aroa Morut Latih Pembuatan Kerajinan Bambu dan Rotan Bagi Kelompok Binaan

0
147
- Advertisement -

POSONEWS.ID – Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tepo Asa Aroa Kabupaten Morowali Utara menggelar pelatihan pembuatan kerajinan dari bambu dan rotan kepada kelompok Perhutanan Sosial yang berada di wilayah binaannya. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai dari tanggal 23 hingga 26 September 2025, bertempat digedung sanggar seni Desa Poona Kecamatan Lembo Raya, Jumat (26/9/2025).

Pelatihan ini diikuti oleh 15 peserta yang berasal dari kelompok Perhutanan Sosial. Mereka mendapatkan pembekalan langsung dari instruktur berasal dari Kabupaten Sigi bapak Jamin, yang berpengalaman di bidang kerajinan bambu dan rotan, termasuk teknik dasar pengolahan bahan, pembuatan desain produk, hingga strategi pemasaran.

Kepala Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tepo Asa Aroa Kabupaten Morowali Utara Herry Apryanto Siombo S,S Hut,M.P, melalui penyuluh kehutanan Sardinan Sandewa, sebagai penyelenggara kegiatan menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat sekitar hutan agar memiliki keterampilan ekonomi alternatif yang berkelanjutan.

“Kami ingin kelompok Perhutanan Sosial tidak hanya menjaga hutan, tetapi juga mendapat manfaat ekonomi dari hasil hutan bukan kayu seperti bambu dan rotan,” ujarnya.

Sementara itu para peserta sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh KPH tepo asa aroa tersebut. Seperti yang diutarakan oleh salah satu peserta Istomo Lamerimpo. Dirinya sangat bersyukur dan berterima kasih atas pelatihan ini.

“Melalui kegiatan pelatihan ini kami sudah mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru bagaimana memanfaatkan hasil hutan non kayu berupa bambu dan rotan yang bernilai ekonomi tingi,” ucapnya.

Untuk itu Astomo mengajak kepada semua pihak untuk memanfaatkan hasil hutan dengan baik serta menjaga dan melestarikan hutan.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh untuk menciptakan produk-produk kerajinan yang bernilai jual tinggi. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menggerakkan ekonomi lokal berbasis potensi hutan, sekaligus mendukung pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan hasil hutan non-kayu secara bijak. CHEM