
POSONEWS.ID – Gereja Elim di Desa Masani Kecamatan Poso Pesisir Kabupaten Poso ambruk saat terjadinya gempa berkekuatan 6,0 Magnitudo yang menguncang Kabupaten Poso Minggu (17/8/2025) sekira pukul 06.40 wita.
Gempa terjadi saat ratusan jemaat sedang berada didalam gereja untuk melaksanakan ibadah Minggu. Sontak kenanikan pun terjadi. Ratusan jemaat berhamburan keluar dari gereja. Namun naas dinding gereja dibagian pintu dan bagian mimbar gereja ambruk dan menutupi pintu keluar.
Reruntuhan tembok berukuran besar dan kayu atap gereja berjatuhan menimpa para jemaat yang hendak berebutan keluar dari dalam gereja. Bahkan sebagian jemaat tertimpa reruntuhan bangunan dan terjepit di pintu keluar.
Akibatnya puluhan orang harus dievakuasi ke rumah sakit karena mengalami luka berat dan luka ringan. Heryanto Poro (55) salah seorang jemaat Desa Masani kepada Mercusuar mengatakan, gempa terjadi saat ibadah Minggu sedang berlangsung.
“Kami biasanya ibadah jam 09.00 wita pagi, namun karena hari ini banyak jemaat yang akan mengikuti pelaksanaan upacara bendera hari kemerdekaan, ibadah akhirnya dimajukan pukul 06.00 wita. Makanya tadi saat gempa gereja dipadati ratusan jemaat,” ujar Heryanto saat ditemui di lokasi gempa.
Ia menambahkan, kondisi bangunan gereja memang saat ini sedang dalam tahap pembangunan dan renovasi.
“Jadi yang ambruk itu tembok bangunan berbentuk huruf A yang terletak dibagian depan dan belakang gereja. Selain itu kayu kayu atap berukuran besar juga berjatuhan menimpa para jemaat yang tengah beribadah,” tambahnya.
Pantauan media ini, di lokasi gereja juga terlihat ceceran darah korban yang mengalami luka luka akibat gempa, tepatnya di depan pintu masuk.
Kepala Pelaksana Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) Kabupaten Poso Darma Metusala mengatakan, saat ini berdasarkan hasil pengumpulan data sementara yang dilakukan, jumlah korban yang dirawat di mencapai 30 orang.
“Dari jumlah tersebut, 13 orang mengalami luka berat dan 17 lainnya luka ringan. Sebagian dirawat di Puskesmas Tokorondo dan sebagian besar di RSUD Poso,” jelasnya saat meninjau lokasi Gereja Elim di Desa Masani yang ambruk.
Darma menambahkan, saat terjadi gempa, tim rekasi cepat BPBD Poso langsung bergerak ke lokasi dan membantu melakukan evakuasi korban para korban ke rumah sakit dan Puskesmas.
“Saat ini proses pendataan korban masih terus dilakukan. Kita juga sedang menghitung berapa jumlah kerugian yang diakibatkan gempa kali ini,” tandasnya.
Menurut Darma dari 30 korban yang sudah terdata, satu diantaranya merupakan korban yang berada di salah satu hotel di Kota Poso yang melompat dari lantai dua akibat gempa.
“Jadi ada juga korban yang karena panik terpaksa melompat dari bangunan lantai dua hotel dan harus dilarikan ke rumah sakit,” ujarnya.
Dari korban yang sedang dirawat intensif di RSUD Poso, tiga orang diantaranya bakal dirujuk ke rumah sakit Palu untuk menjalani penanganan lebih lanjut.

“Jadi informasi terakhir yang kami terima, ada tiga orang korban yang kemugnkinan akan dirujuk karena mengalami luka parah tertimpa reruntuhan bangunan gereja,” paparnya.
Ia juga melanjutkan, selain kerusakan yang terjadi di Desa Masani, gempa juga mengakibatkan sejumlah desa di Poso Pesisir mengalami dampak yang signifikan. Diantaranya Desa Tokorondo, Towu, Pinedapa dan Lape di Kecamatan Poso Pesisir serta beberapa bangunan di Poso Kota.
“Namun kami masih melakukan asessment dam meghitung jumlah kerugian secara keseluruhan,” imbuhnya.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan. Penting bagi warga untuk mencari tempat yang aman, menghindari bangunan yang retak dan mempersiapkan perlengkapan darurat dengan kebutuhan dasar. ULY




