Dituding Merusak Lahan Warga, PJ Kades Poleganyara Angkat Suara

0
25
Foto: Situasi pemasangan pipa air bersih oleh masyarakat Desa Poleganyara (Yanto)
- Advertisement -

POSONEWS.ID – Menyusul adanya tudingan oleh seorang warga yang memprovokasi adanya pengrusakan lahan miliknya, membuat Pj. Kades Poleganyara Kecamatan Pamona Timur akhirnya angkat suara.

Kepada media ini, Senin lalu, Pj. Kades Poleganyara Handri Tumonggi, S.Sos mengatakan, lahan yang merupakan jalur dari pembuatan proyek air bersih tersebut adalah hutan yang tidak ditanami satu pun tanaman oleh warga.

Ia juga menegaskan, bahwa lahan yang dilalui pipa air ini hanya digunakan sebagai alasan untuk mendapatkan kompensasi dari pemerintah desa. Bahkan jalur pipa air ini sudah dilakukan pengecekan sebelumnya, bahwa akan ada pekerjaaan proyek air bersih yang melintasi lahan tersebut, sehingga langkah pembuatannya terus dilakukan.

“Sebelum dilakukan pekerjaan ini sudah di lakukan pengecekan lokasi sehingga lahan ini layak untuk dilalui pipa. Dan perlu diketahui, proyek ini sama sekali tanpa merusak lahan warga sebagaimana yang dikatakan oleh salah seorang warga,” tutur Handri Tumonggi,S.Sos.

Sebenarnya kata kades, proyek pemasangan pipa air bersih ini sudah dapat diselesaikan walaupun masih terdapat kendala untuk pengangkutan material untuk pembuatan Bak penampungan. Itupun di karenakan adanya tekanan dari salah satu warga yang mengklaim bahwa lahan itu miliknya sehingga warga yang akan mengangkut material juga mendapatkan kecaman.

“Sebenarnya pekerjaan ini sudah akan rampung pada Desember 2024 kemarin, cuman karena adanya ancaman itu sampe pekerjaan tertunda, dengan alasan warga yang akan mengangkut material mendapat ancaman sampai akan di polisikan. Dan ternyata saat ditelusuri, warga ini menginginkan kompensasi dari pemerintah desa dengan alasan lahannya yang dilalui oleh pipa air, sedangkan disini legalitas lahan ini bukan milik pribadinya dan tidak ada tanaman satupun yang ditanami,” tutur Handri.

Ia menjelaskan, pekerjaan pembuatan bak air dan pipa ini bersumber dari anggaran Dana Desa dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 78.246.000 juta, yang pekerjaannya di lakukan secara swakelola oleh pemuda jemaat.

“Pemasangan pipa air lokasi Tancueni sudah selesai dikerjakan yang melibatkan pemuda gereja agar anggarannya dapat mereka pakai untuk kegiatan pemuda,” pungkas Handri Tumonggi,S.Sos. YAN