Cegah Dini Penyakit Jantung, Poltekkes Palu Bentuk Desa Sadar Jantung di Ueralulu Poso

0
55
Foto: Warga Desa Ueralulu Kecamatan Poso Pesisir tengah mendengarkan materi deteksi dini penyakit jantung dari pemateri Tim Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu (Rusli)
- Advertisement -

POSONEWS.ID – Penyakit jantung masih menjadi penyebab utama kematian di Indonesia, tidak terkecuali di wilayah pedesaan yang akses terhadap informasi dan layanan kesehatan masih sangat terbatas.

Berangkat dari keprihatinan tersebut, tim dosen dari Program Studi D-III Keperawatan Poso Poltekkes Kemenkes Palu, melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Ueralulu Kecamatan Poso Pesisir Kabupaten Poso selama dua hari yakni sejak 12 hingga 13 Juni 2025.

Kegiatan ini mengusung tema “Pembentukan Desa Sadar Penyakit Jantung Sejak Dini”, yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan penyakit jantung sejak dini melalui pendekatan promotif dan preventif.

Tim pengabdi terdiri dari Nirva Rantesigi, S.Kep.Ns sebagai ketua, Dewi Nurviana Suharto, Ns.,M.Kep.Sp.Kep.MB, Rosamey Elleke Langitan, S.Kep,M.Kep dan Fransisca Noya, SST, M.Keb sebagai anggota.

“Ada empat rangkaian kegiatan utama yang kami lakukan dalam pembentukan Desa Sadar Penyakit jantung di Ueralulu ini. Yakni mengedukasi warga tentang kesehatan jantung, melakukan screening faktor resiko jantung, pemeriksaan kesehatan gratis dan mengadakan pelatihan bagi kader Desa Sadar Jantung,” jelas Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Program Studi D-III Keperawatan Poltekkes Kemenkes Palu Nirva Rantesigi, S.Kep.Ns kepada wartawan Kamis (10/7/2025).

Dalam upaya edukasi menurut Nirva Rantesigi, dilakukan melalui penyuluhan kepada masyarakat umum mengenai faktor risiko, gejala awal dan pencegahan penyakit jantung. Materi edukasi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan diselingi sesi tanya jawab interaktif.

“Antusiasme warga sangat tinggi, terlihat dari keaktifan peserta dalam berdiskusi dan menyampaikan pengalaman pribadi terkait penyakit jantung di lingkungan keluarga,” ujarnya.

Sementara untuk Screening Faktor Risiko Jantung, tim melakukan pemeriksaan awal terhadap faktor risiko, seperti riwayat hipertensi, diabetes melitus, kebiasaan merokok, dan indeks massa tubuh (IMT).

“Untuk peserta yang berisiko tinggi diberikan konseling dan rujukan untuk pemeriksaan lebih lanjut ke fasilitas kesehatan terdekat,” tambahnya.

Disamping itu, tim juga melakukan pemeriksaan kesehatan gratis kepada sedikitnya 70 warga Desa Ueralulu, dengan memeriksa tekanan darah, gula darah sewaktu (GDS), kadar kolesterol dan asam urat.

“Hasil pemeriksaan ini digunakan sebagai dasar untuk penilaian risiko penyakit jantung secara individual,” sambung Rosamey Elleke Langitan yang juga salah satu anggota tim pengabdi.

Selain itu dilakukan pembentukan kader Desa Sadar jantung. Dalam pembentukan ini, ada 6 (enam) orang warga yang dilatih untuk menjadi penggerak edukasi dan pendamping masyarakat dalam menjaga kesehatan jantung.

“Para kader ini diberikan pelatihan untuk mengukur tekanan darah dan screening agar kegiatan ini dapat berlanjut secara mandiri di tingkat desa,” timpal Fransisca Noya.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Kepala Desa Ueralulu. Ia sangat berterima kasih kepada tim dosen Poltekkes Kemenkes Palu Program Studi D-III Keperawatan yang telah datang membantu warganya.

“Ini menjadi awal yang baik untuk membangun desa yang lebih sadar terhadap kesehatan, khususnya penyakit jantung,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Ibu Warda salah seorang warga Desa Ueralulu. Wanita paruh baya itu mengaku senang bisa mengetahui tekanan darah dan kolesterolnya yang selama ini tidak pernah diperiksa.

“Dengan mengetahui hasil pemeriksaan, saya jadi harus lebih berhati-hati dalam menjaga pola makanan. Terima kasih ibu-ibu dosen sudah datang dan bantu kami,” ungkapnya.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Ueralulu dapat menjadi contoh desa yang aktif dalam pencegahan penyakit tidak menular, khususnya penyakit jantung, serta mampu menjalankan deteksi dini secara mandiri dengan dukungan kader desa,” pungkas Ketua Tim Pengabdi Nirva Rantesigi, S.Kep.Ns. ULY