Kecewa Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Ancam Golput

0
61
Foto: Tulisan kekecewaan warga yang dipasang di depan masuk Lorong Taduade Kelurahan Petirodongi Kecamatan Pamona Utara (Yanto)
- Advertisement -

POSONEWS.ID – Masyarakat yang ada di Lorong Taduade Kelurahan Petirodongi Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso menggelar aksi protes menyusul jalan mereka tidak juga diperhatikan.

Warga memasang tulisan pernyataan sikap didepan lorong untuk tidak ikut dalam perayaan demokrasi 2024, jika infrastruktur jalan lorong mereka tidak kunjung diperbaiki.

Spanduk yang dipasang di samping lorong Jalan Taduade bertuliskan “Jalan Kami Tidak Diperhatikan, Maka Kami Tidak Memilih/Golput.”

Dari pantauan media ini di lokasi, jalan tersebut dengan panjang sekitar 100 meter sudah di rabat, hanya saja masih kurang lebih 100 meter lagi yang belum diperhatikan.

Pasalnya jalan ini memiliki kemiringan yang melintas di permukiman warga dan merupakan akses jalan yang sangat penting bagi warga sekitar untuk ke pinggiran danau guna kebutuhan mandi, cuci saat air PDAM tidak mengalir.

Yosius Kindeayu, salah seorang warga setempat mengatakan, pemasangan spanduk itu merupakan puncak dari kekesalan warga terhadap Pemkab Poso yang hingga kini tak pernah menyentuh perbaikan infrastruktur jalan tersebut.

“Sudah sekian tahun kami keluhkan masalah jalan ini ke pihak kelurahan. Baik saat Musrembag, namun tetap tidak diperhatikan, bahkan kami merasa dianaktirikan dari yang lain. Pasalnya semua lorong di kelurahan ini sudah di perbaiki dan dilakukan pengaspalan, namun lorong kami ini tidak pernah di sentuh,” ujar Yosius, Sabtu (16/11/2024).

Bukan tanpa alasan, ancaman tidak ikut Pemilukada pada 2024 nanti, berangkat dari kekesalan masyarakat yang sudah jenuh dengan janji janji politik maupun pejabat daerah. Padahal, jalan Lorong Taduade itu merupakan akses utama masyarakat dari berbagai penjuru untuk ke danau saat kurangnya asupan air PDAM.

“Setiap tahun kita mengajukan, tapi buktinya sampai sekarang memang belum terlaksana dengan berbagai alasan, padahal tinggal sekitar 100 meter yang perlu di perbaiki,” tegas Yosius.

Protes warga akan Golput pada Pilkada 2024 oleh 12 kepala keluarga yang bermukim di lorong tersebut, merupakan wujud kekecewaan yang sangat mendalam ke pihak pemerintah Kelurahan Petirodongi dan instansi terkait.

“Selain akses jalan yang rusak kami juga sangat membutuhkan penerang jalan sesuai janji yang pernah di utarakan,” pungkas Yosius. NTO