Debat Publik Kedua Calon Bupati Poso, Paslon Mengulas Soal Moderasi Beragama

0
51
Foto: Suasana debat publik kedua, pasangan calon Bupat dan Wakil Bupati Poso Selasa (5/11) (Rusli)
- Advertisement -

POSONEWS.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Poso kembali menggelar debat publik yang kedua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Poso dalam Pemilu Serentak tahun 2024. Masih seperti debat pertama, debat kedua kali ini juga digelar di Ball Room Danau Poso Hotel Ancyra dan disiarkan secara langsung melalui TVRI Sulteng, Selasa (5/11/2024).

Ketua KPU Poso Muh. Ridwan Dg. Nusu dalam sambutan pembukaan mengatakan, besar harapan KPU agar debat yang digelar mendapat atensi dan perhatian penuh dari masyarakat Kabupaten Poso sebagai pemilik hak suara dalam Pemilu nanti.

“Agar apapun hasil dari debat ini bisa menjadi acuan bagi masyarakat dalam menentukan pilihannya pada 27 November nanti,” tukasnya.

Dalam pemaparan visi misinya, empat kandidat dalam debat kedua ini banyak mengupas soal moderasi beragama di Kabupaten Poso sebagaimana tema debat kedua kali ini yakni soal memajukan daerah dan memperkokoh NKRI dan kebangsaan.

Pasangan nomor urut 1, Darmin Sigilipu dan Samsinar Z Moga mengatakan bahwa moderasi beragama yang ada belumlah berjalan optimal. Karenanya, pasangan yang diusung Partai Nasdem, PAN dan PSI ini kedepan akan membangun dan mengedepanan kerukunan antar umat beragama, membangun kembali tana Poso yang cerdas, elok, ceria, damai, adil dan sejahtera melalui 8 (delapan) program unggulan.

“Siapa saja boleh datang ke Poso. Apapun sukunya apapun agamanya, sepanjang dia mau bersama sama membangun Poso serta menjaga adat dan budaya daerah yang menjunjung tinggi falsafah Sintuwu Maroso,” tegas Darmin Sigilipu – Samsinar yang dikenal dengan tagline (DAS Bersinar) saat memaparkan visi misi calon.

Hal yang sama juga disampaikan pasangan nomor urut 2, Lukky Semen dan Nasrudin L Midu. Pasangan yang diusung PDIP, Gerindra dan PKB ini, juga mengulas soal keragaman budaya dan agama dalam bingkai keberagaman. Kedepan, pasangan ini akan mengelaborasi serta menjembatani perbedaan dengan membangun toleransi untuk menciptakan kerukunan antar umat beragama.

“Bahkan jika kami dipercaya memimpin daerah ini, maka kami akan membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang Poso sebagai Kabupaten Moderasi Beragama. Dengan pembangunan agama yang inklusif, memaksimalkan dialog, kampanye moderasi beragama serta meningkatkan peran dan fungsi forum kerukunan antar umat beragama,” tegas pasangan dengan tagline LUNAS ini.

Sementara pasangan incumben Verna Inkiriwang – Suharto Kandar yang mengantongi nomor urut 3, dalam paparannya mengatakan soal kegiatan kegiatan keagamaan yang sudah dilakukan selama ini.

“Kami telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2 miliar pertahun khusus untuk pelaksanaan event event keagamaan, bantuan rumah ibadah, kolaborasi acara keagamaan demi mewujudkan Poso yang makin harmoni,” tutur pasangan yang diusung Partai Demokrat dan Golkar ini.

Pasangan dengan tagline Lover’s itu juga memaparkan soal pembangunan infrastruktur jalan Doda-Lelio, membuka akses jalan desa dan kecamatan, menjadikan Danau Poso sebagai Geopark di Sulteng serta memajukan sektor pertanian demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Poso.

Sedangkan pasangan nomor urut 4 Sonny Kapito- Yusuf saat pemaparan visi misi, mengulas soal mengedepankan inovasi daerah agar tidak tersingkir dan tertinggal dengan daerah lain. Karena itu, pasangan dengan slogan “Main Baru” ini mengajak agar pemerintah dan masyarakat selalu belajar tentang hal hal yang baru. Termasuk dalam beradaptasi dan berinovasi dalam moderasi beragama dan interaksi sosial.

“Kita ketahui Kabupaten Poso pernah sakit. Karena itu kita ingin memperbaiki reputasi Poso agar tidak tersingkir dari kompetisi. Termasuk dalam memperbaiki interaksi sosial dan moderasi beragama di wilayah ini,” ujar pasangan yang diusung PKS, Perindo, PPP dam Hanura.

Acara debat kedua kali ini kemudian dilanjutkan dengan pendalaman visi misi melalui sesi tanya jawab antar pasangan calon dan diakhiri dengan clossing statemen dari masing masing kandidat. ULY