POSONEWS.ID, MOROWALI- Calon Bupati dan Wakil Bupati Morowali 2024 nomor urut 3, Iksan-Iriane Iliyas (IKLAS) melakukan temu komunitas bersama pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta industri kreatif di Coffe Puncak, Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Senin (28/10/2024).
Di sana, Iksan menyempatkan diri untuk berbagi pengalaman dalam menjalankan usaha dari titik nol hingga bisa meraih kesuksesan seperti yang Ia alami saat ini. Dengan proses yang panjang dalam merintis usaha, Iksan memberikan semangat kepada pelaku UMKM di Kabupaten Morowali.

Iksan juga berbagi tips dalam menjalankan usaha. Menurutnya, untuk meraih kesuksesan dalam usaha, pertama-tama yang harus dipikirkan adalah resikonya.
“Kita jangan dulu memikirkan keuntungan, karna bicara untung itu adalah hal yang enak. Namun kita harus berpikir dulu resiko dalam menjalankan suatu usaha, cara mengantisipasi masalahnya dan menganalisa tantangan yang akan dihadapi kedepannya,” ujar Iksan.
Keputusan untuk maju di Pilkada Morowali 2024 ini kata Iksan, salah satunya termotivasi untuk menghidupkan para pelaku UMKM di Kabupaten Morowali untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan tidak ketergantungan dengan industri smelter yang ada.
“Dengan adanya smelter, masyarakat tidak harus masuk bekerja di dalam pabrik, namun banyak potensi dari faktor penunjang kehidupan smelter itu yang bisa dikerjakan. Banyak usaha yang bisa dikembangkan untuk memajukan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Iksan mengatakan, dirinya bersama Iriane Iliyas sudah memikirkan daerah Kabupaten Morowali ini bukan hanya 5 tahun, namun Ia sudah memikirkan bagaimana kehidupan masyarakat Morowali sampai 20 tahun kedepan.

Jadi, jika pasangan IKLAS ini diberikan amanah untuk memimpin Kabupaten Morowali, pelaku-pelaku usaha ini akan diberikan bantuan modal dan juga bimbingan agar bisa mandiri. Tak hanya itu, Iksan juga akan menyediakan wadah kepada pelaku UMKM sebagai fasilitas untuk memasarkan hasil produknya.
“UMKM bukan hanya diberikan bantuan modal, tetapi juga akan diulas permasalahannya hingga solusi untuk mengatasinya,” jelasnya.
Iksan menambahkan, kebanyakan usaha tutup karena mengalami kerugian disebabkan tidak bisa mengatasi resiko yang dihadapi. Olehnya itu, Iksan menganjurkan kepada para pelaku usaha agar membuka usaha itu bukan hanya karena ikut-ikutan, namun melakukan usaha atau suatu bisnis sesuai dengan bidang dan bakat yang dimiliki. (DRM)





