POSONEWS.ID — Warga Morowali Utara yang mengalami pemadaman listrik berkepanjangan menuntut keras terhadap Kepala Cabang PLN setempat. Mereka meminta agar Kepala Cabang PLN segera mundur dari jabatannya jika masalah seringnya pemadaman listrik tidak dapat diatasi dengan cepat dan efektif.
Ketidakstabilan pasokan listrik di daerah tersebut telah berlangsung bertahun-tahun bahkan semakin parah selama beberapa bulan terakhir. Hal ini menyebabkan gangguan besar dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas seperti pekerjaan dari rumah, pendidikan, dan bahkan kegiatan rumah tangga menjadi sangat terganggu akibat pemadaman yang sering terjadi. Ditambah banyaknya perlengkapan elektronik warga mengalami kerusakan bahkan sampai ancaman korsleting yang membuat warga semakin merasa takut dan resah.
Yosep dalam pernyataannya kepada media ini, warga menuntut agar PLN melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyebab pemadaman listrik serta memberikan solusi konkret untuk mengatasi masalah ini.

Sementara itu Pihak PLN sudah berulangkali menyatakan bahwa mereka memahami keluhan masyarakat dan berjanji untuk meningkatkan upaya perbaikan sistem pasokan listrik. Namun, hingga saat ini, belum ada langkah nyata yang dirasakan oleh masyarakat sebagai penyelesaian dari masalah tersebut.
Sementara itu dari informasi yang diketahui, Kepala Cabang PLN Morowali Utara Muhammad Sofyan, melalui APKT nya dalam informasinya melalui salah satu akun Grup WA terkait permasalahan tersebut menyampaikan sebagai berikut,
Info Gangguan Kelistrikan Sistem Kodal
Terjadi gangguan kelistrikan sistem Tentena-Kodal pada section tiwaa
Hari, tanggal : selasa, 25 September 2024
PLN ULP Kolonodale
🕘 Pukul : 09:05 WITA
📍 Lokasi terdampak :
Wilayah: kec.lemboraya,kec. Lembo, kec.petasia,kec. Petasia barat,kec.petasia timur ,kec.witaponda,kec.bumiraya
Update Tindak Lanjut : Penormalan bertahap
Jika ada hal yang kurang jelas atau kebutuhan pelanggan terkait kelistrikan lainnya, pelanggan dapan menghubungi PLN melalui PLN Mobile atau Call Center 123
Dari informasi tersebut sebagai kekesalan masyarakat menilai hanya itu- itu saja informasi nya yang bisa diberikan tanpa solusi.
“Kami juga paham jika ada ganguan lain berupa bencana diluar dari itu yang kami inginkan penerangannya. Silahkan bekerja dengan profesional tanpa mengorbankan masyarakat dengan memadamkan lampu.yang kami tau dibayar harus lampu nya juga menyala,” pungkas salah satu warga kesal.
Untuk diketahui dari pantauan media ini terkait sering padamnya pasokan listrik di Kabupaten Morowali Utara, sudah sangat ramai menjadi bahan perbincangan utama warga. Keluhan, kritikan, bahkan makian kepada pihak PLN cabang Morowali Utara tidak terelakan, sebagai pelampiasan kekesalan masyarakat terhadap pelayan dari Pihak PLN yang dianggap sangat buruk.bahkan kekesalan itu juga disalurkan juga lewat media-media sosial lainnya.
Tidak sampai disitu kekesalan warga memuncak pada malam hari minggu 23/09 sekitar pukul 20:30 wita. Sejumlah masyarakat turun kejalan dengan membakar ban bekas didepan rumah jabatan bupati morowali utara sebagai bentuk protes untuk meminta pihak terkait khusus nya pihak PLN untuk segera melakukan pelayanan terbaik.
Menangapi berbagai masukan dan kritikan dari masyarakat, pihak PLN Morowali Utara sering kali hanya bisa menyatakan bahwa mereka sedang melakukan perbaikan gangguan jaringan serta akan evaluasi untuk mencari solusi terbaik guna mengatasi masalah pemadaman listrik yang telah mengganggu warga.

Krisis pemadaman listrik didaerah ini terus berlanjut, memicu ketidakpuasan mendalam di kalangan masyarakat. Banyak yang meminta Kepala Cabang PLN untuk mundur jika tidak mampu mengatasi masalah ini. Para warga mengeluhkan kerugian yang ditimbulkan, termasuk kerusakan pada barang-barang elektronik mereka.
Pemadaman yang sering terjadi telah menyebabkan gangguan besar dalam aktivitas sehari-hari dan merusak kepercayaan terhadap pelayanan PLN. Terkait hal tersebut masyarakat menuntut tindakan cepat dan solusi yang efektif untuk mengatasi krisis ini. CHEM





