POSONEWS.ID – Bupati Morowali, Taslim meresmikan Pondok Pesantren (Ponpes) Asysyifa di Desa Bahomotefe, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Senin (18/9/2023)
Dalam sambutannya, Pimpinan Ponpes Asysyifa, Ustad Armin menyampaikan bahwa pembangunan Pesantren Assyifa ini mendapat bantuan dana dari Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali sebesar Rp. 1 milyar.
Ia mengungkapkan, proses pembangunan Pesantren Asysyifa dilaksanakan selama 5 bulan dan telah selesai sebanyak 6 lokal.

“Pesantren ini bukan milik Ustad Armin, Pesantren ini dipersembahkan kepada seluruh masyarakat Bungku Timur, terkhusus Desa Bahomotefe,” paparnya.
Ustad Armin menceritakan bahwa tanah bekas sawah tempat berdirinya Pesantren Asysyifa ini dulunya pernah sempat diminati oleh perusahaan dan ditawar dengan harga Rp. 2 Milyar, namun iya tidak mau menjualnya karena berniat untuk mendirikan pondok pesantren yang saat ini telah menjadi kenyataan.
Sementara, Kepala Desa Bahomotefe, Sarfan Hani mengucapkan terima kasih kepada Bupati Morowali yang telah memberikan bantuan sehingga pembangunan Pesantren Asysyifa bisa berjalan lancar.
“Saya juga mengajak kepada seluruh masyarakat Bungku Timur untuk mendukung pembangunan pesantren. Sekarang anak-anak kita kalau mau masuk di pesantren tidak lagi jauh-jauh ke Wosu, karena di Bahomotefe juga sudah ada,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Bupati Morowali, Taslim mengungkapkan bahwa selama 5 tahun masa jabatannya, Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali telah memberikan batuan kepada 24 Pondok pesantren, 11 pesantren diantaranya adalahpesantren yang baru, salah satunya Asysyifa.
“Selama 5 tahun ini, pendidikan diprioritaskan, karena pendidikan menjadi kunci dari permasalahan-permasalahan yang ada, karena pendidikan sangat dibutuhkan. Pendidikan umum dan pendidikan agama juga dilaksanakan secara beriringan, kita bangun jiwanya, kita bangun raganya,” tandas Bupati Morowali itu.
Setelah menyampaikan sambutannya, Taslim kemudian meresmikan pemfungsian Pondok Pesantren Asysyifa dengan penandatanganan prasasti serta gunting pita. DRM





