POSONEWS.ID – Kepala BPBD Morut, Delfia Parenta ST, jalin silaturahmi bareng sejumlah Jurnalis yang bertugas di wilayah Kabupaten Morowali Utara, di kantor BPBD Morut, Jumat (08/09/2023).
Tujuan kegiatan ini adalah, untuk lebih mempererat hubungan tali silahturahmi antara BPBD Morut dengan para awak media sebagai mitra kerja pemerintah,dan mengajak para insan pers, untuk bisa bersama membangun daerah ini.
“Sebagai alat control rekan-rekan tentunya sangat dibutuhkan dalam membantu pemerintah. Kritikan, saran ataupun masukan sangat diperlukan selama yang sifatnya membangun dari rekan – rekan sekalian sangat kami butuhkan dalam proses pembangunan daerah yang kita cintai bersama dalam mewujudkan program pemerintah melaui visi dan misi menuju masyarakat Sehat, Cerdas dan sejahtera,” ujarnya.
Sebagai perpanjangan tangan pemerintah, Kepala BPBD Kabupaten Morowali Utara Delvia Parenta mengatakan pihaknya tidak pernah alergi dengan teman – teman sekalian. Hanya saja kata dia, saat rekan-rekan menjalankan tugasnya, misalkan dalam sebuah pemberitaan tentunya harus tetap berpedoman pada UU pers no 40 tahun 1999.
Pihaknya menaruh harapan, jika teman – teman dalam menjalankan tugas apabila mendapatkan ada suatu kegiatan di lapangan yang dianggap urgen.
“Kiranya sebelum pemuatan berita, tolong supaya dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak-pihak terkait. Mari kita bersinergi dengan baik, demi Morut yang kita cintai,” ajaknya.
Dalam diskusi ringan bersama kepala BPBD morut ini, Delvia Parenta yang baru saja dilantik oleh Bupati Morowali Utara, dr Delis J Hehi, sebagai Kepala BPBD Morut definitif mengatakan, ada beberapa program yang saat ini siap kami jalankan, seperti rencana penanaman mangrove dan lain-lain,” imbuhnya.
Namun saat ini kami lebih memfokuskan pada fenomena sesuai pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat beberapa wilayah di Indonesia terdampak fenomena El Nino, salah satunya Sulawesi Tengah (Sulteng).
Khusus di Provinsi Sulteng, Kabupaten Morowali Utara pun ikut terdampak, namun hanya sebagian wilayah tidak secara keseluruhan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Morut mencatat hanya terdapat di wilayah Mori Atas, Mori Utara dan Lembo Raya sebagian.
“Menghadapi El Nino, masyarakat di tiga wilayah itu dihimbau untuk Berhati-hatilah dalam membuka lahan perkebunan, karna dikhawatirkan tentunya dalam membuka lahan akan disertai dengan melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu kebakaran hutan.
“Saat ini El Nino yang berdampak pada kekeringan, jadi jika perlu jangan dulu membuka lahan perkebunan,” tambahnya.
Menurutnya, dalam mengantisipasi dampak El Nino kami sudah membuka posko penanggulangan bencana kebakaran di wilayah kecamatan lembo desa Beteleme.sebab puncak fenomena El Nino ini diprediksi dimulai bulan Agustus hinga desember 2023 mendatang. CHEM





