Pasca Banjir Lumpur Desa Mondowe, DPRD Morut Gelar RDP Dengan Masyarakat dan Perusahaan

0
109
- Advertisement -

POSONEWS.ID – DPRD Kabupaten Morowali Utara (Morut) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), menindaklanjuti aspirasi masyarakat Desa Mondowe terkait banjir bandang lumpur yang terjadi pada tangal 26 April 2023.

Terkait derasnya hujan yang melanda beberapa daerah di Morowali Utara termaksud di daerah Petasia Barat membuat banjir bandang lumpur terjadi di Desa Mondowe Kecamatan Petasia Barat, mengakibatkan warga Desa Mondowe mengalami penderitaan akibat banjir bandang yang mengenangi pemukiman warga serta merusak lahan perkebunan, sarana air bersih dan rumah-rumah warga hingga mengalami kerugian materil.

Warga menuding banjir bandang terjadi diakibatkan dampak dari pertambangan nikel PT MBN dan CV Warsita Karya yang ada beroperasi di wilayah Desa Mondowe, hinga berlanjut digelar melalui RDP.
RDP tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Morowali Utara, Hj Megawati Ambo Asa S, IP di Ruang Komisi 1 DPRD Morut, Selasa (2/5/2023).

Hadir dalam kegiatan itu, Kapala BPBD Morut Delvia Parentah ST, Dinas Lingkungan Hidup, Bagian Pemerintahan, Bagian Hukum, Camat Petasia Barat Satyunman Bert Lauo, Kades Mondowe, Ikbal Nur Sampe, Ketua BPD Mondowe, Arsad Hi. Rutu, Kepala Desa Sampalowo, Kepala Desa Moleono, Kepala Desa Tadaku, CV Warsita Karya, Satrin Wahab, eksternal PT MBN Aimar, dan beberapa warga Mondowe yang terdampak banjir tersebut.

Dalam RDP tersebut, menghasilkan tiga poin sebagai berikut.
1).DPRD meminta dalam upaya pengendalian banjir maka pihak PT MBN dan CV Warsita Karya didampingi dinas BPBD, pemerintah kecamatan dan desa akan melakukan normalisasi sungai di Desa Mondowe, dan bagi masyarakat yang memiliki lahan dan tanaman yang akan dialiri tersebut akan mendapat konpensasi sesuai peraturan yang berlaku dan diatur oleh instansi terkait.

2).pihak perusahaan agar membuat CEK DAM untuk penampungan sementara normalisasi sungai dan membuat tanggul penutup serta segera membuat atau pengadaan instalasi penyaringan air bersih (IPA)untuk ditiga Desa terdampak yakni Desa Mondowe desa Sampalowo dan desa moleono.

3)terkait dampak banjir yang dialami masyarakat, maka pihak perusahaan akan memberikan konpensasi dalam bentuk ganti rugi. Ada pun nilai ganti rugi tersebut akan dikordinasikan ke pihak perusahaan PT MBN dan CV Warsita karya sampai dengan deadline waktu satu menggu setelah Berita acara ini ditanda tangani.

Dalam RDP kali ini terpantau agak lain dari biasanya, yang mana hanya dilaksanakan dan diikuti oleh Ketua DPRD seorang diri tanpa anggota DPRD lainnya.

Ketua DPRD Megawati, mengajak kepada semua pihak untuk terus menjaga dan mendukung investasi yang ada untuk bisa terus berjalan dengan baik.dan kepada perusahaan agar selalu melaksanakan apa yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya terhadap daerah ini khususnya kepada masyarakat disekitarnya. Ia juga meminta semua pihak bisa menahan diri, tetap menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif dan terkendali.

Sementara itu PLT Kepala BPBD Morowali Utara Delvia Parentah menuturkan, dari hasil pantauan dan kajian dari tim BPBD menyatakan bahwa bencana banjir yang melanda Desa Mondowe, menguatkan bahwa memang terjadi luapan air dari lokasi pertambangan.ketika hujan deras terdapat material lumpur yang mengalir hinga ke aliran sungai yang ada dan meluap sampai ke pemukiman warga.

Olehnya itu menurut Delvia untuk mengurangi dampak bencana banjir dan longsor, kini pihaknya bersama instansi pemerintah terkait sedang mengumpulkan data Amdal perusahaan yang ada. Dan menghimbau untuk segera membuat cek dam, menormalisasi sungai dan membuat tanggul penutup serta membuat instalasi penyaringan Air bersih (IPA).

Menangapi hal itu, pihak kedua perusahaan PT MBN dan CV Warsita Karya menjelaskan, kehadiran mereka di daerah ini, khususnya di Mondowe, tetap berpedoman pada regulasi yang ada. Sehingga kata Imar selaku eksternal PT MBN, apapun yang menjadi keputusan dalam RDP kali ini, pihaknya akan menghormatinya dengan bijaksana.

“Pada prinsipnya kehadiran kami untuk berinvestasi di Desa Mondowe tidak akan merugikan masyarakat. Selama itu menjadi bagian dan tanggung jawab perusahaan akan menyelesaikan sesuai prosedur,” terangnya.

Saat RDP berlangsung situasi memanas, sempat terjadi silang pendapat sesama warga yang diduga antara pro dan kontra hinga nyaris terjadi adu jotos sesama warga peserta RDP dari dalam ruangan komisi 1 hinga diluar ruangan. Beruntung situasi ini cepat dapat diatasi oleh pihak keamanan yang ada memantau jalannya RDP. Hingga RDP tetap berlangsung hinga selesai dengan lancar aman dan terkendali. CHEM