POSONEWS.ID – Aktivis Islam, Farid Podungge mengecam penrnyataan Andi Hasanuddin di sosial media (sosmed) yang sangat intoleran.
Dimana pernyataan peneliti astronomi BRIN tersebut mengancam akan membunuh warga Muhammadiyah, karena berbeda saat merayakan hari raya Idul Fitri 2023.
Farid yang juga eks Napiter Poso ini, mendesak pihak aparat kepolisian agar segera mengusut Andi Pengerang Hasanuddin atas pernyataannya itu.
Menyikapi statement Andi Pangerang Hasanuddin itu, Farid sapaan akrabnya dengan tegas meminta Andi Pangerang segera bertaubat.
“Maka saya, Farid Podungge yang menjadi bagian kaum muslimin dan mewakili umat Islam Sulawesi Tengah meminta kepada yang bersangkutan untuk beristighfar dan memohon ampun kepada Allah atas statement yang dibuat,” ujar Farid.
Agar Andi Pangerang harus mempertanggungjawabkan konsekuensi hukum dari pernyataannya serta meminta maaf secara terbuka melalui media nasional kepada seluruh warga Muhammadiyah.
“Saya juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut dan menyelidiki secara objektif kasus ini, menindak pelaku intoleran ini agar menjadi pembelajaran bagi masyarakat luas, agar kasus ini menjadi pelajaran bagi semua pihak,” tegasnya.
Dikatakan pria yang aktif membina eks Napiter di Sulteng itu, tidak ada tempat bagi pemecah belah persatuan bangsa di republik ini.
“Demikian pernyataan ini kami buat untuk dijadikan perhatian semua pihak,” tandasnya.(*/ISQ)





