Pembangunan Infrastruktur Jalan Menuju Jembatan Kabose Tuai Sorotan

0
110
- Advertisement -

POSONEWS – Mangkraknya pembagunan jembatan yang menghubungkan wilayah Kelurahan Kayamanya dan Kelurahan Bonesompe (Kabose) yang melintas di muara sungai Poso, di wilayah Kecamatan Poso Kota, Kabupaten Poso, kembali menuai sorotan sejumlah pihak.

Lebih ironi lagi, belum terbangunya jembatan penghubung namun infrastruktur jalan pendukung yang merupakan proyek reklamasi pantai sekitar, telah di bangun dengan konstruksi puncak berupa pengaspalan.

Padahal, menurut pakar jalan, Dr. Taslim, antara lain menyatakan, hendaknya pembangunan infrastruktur jalan yang merupakan hasil dari reklamasi pantai untuk mendekatkan konstruksi jembatan tidak harus dibangun secara TOP, berupa pengaspalan.

“Cukup dibangun akses sementara untuk pembangunan konstruksi jembatanya. Setelah konstruksi jembatan terbangun, barulah infrastruktur jalan dibangun secara maksimal,” ungkap sosok yang juga aktivis akademisi Universitas Tadulako (Untad) Palu, saat dihubungi via Ponselnya, Jumat (27/1/2023).

Ditambahkan Taslim, sebelumnya dirinya pernah memberikan masukan kepada pihak terkait agar pelaksanaan pengaspalan jalan pendukung menunggu selesainya pembangunan konstruksi jembatan.

Olehnya, dia mengakui agak terkejut saat mendapat informasi jika infrastruktur jalan telah puncak atau pembagunan telah selesai dilaksanakan, sementara konstruksi jembatan belum ada tanda tanda akan di kerjakan.

“Saya tidak tau kalau infrastruktur jalan sudah dibangun, harusnya bangun dulu jembatannya,” jelasnya.

Seperti diketahui proyek jembatan yang di harapkan menjadi salah satu pendorong laju pertumbuhan ekonomi masyarakat ini, berawal program peningkatan dan perluasan jalan dalam kota Poso yang telah menelan puluhan milyar anggaran APBD Poso, kurun waktu lima tahun masa kepemimpinan Bupati Darmin A Silgilipu pada periode yang lalu.

Dimana selama proyek ini laksanakan selalu yang menjadi pemenang tender atau pelaksana adalah pihak PT Jaya Bersama Makmur. Hal ini juga sempat banyak menjadi sorotan oleh sejumlah elemen masyarakat yang ada di Poso kala itu.

Menurut salah seorang warga kelurahan Bonesompe, Faisal Amir, dari awal sudah meragukan akan planing atau perencanaan yang dilakukan pihak penentu kebijakan saat itu.

“Saya yakin kondisi hari ini, merupakan gambaran tidak matangnya perencanaan yang menjadi acuan pihak leading sektor,” pungkasnya.(*/YDI)