Mantan Napiter Bertobat, Himbau Warga Jangan Terprovokasi Paham Radikal

0
Imran

POSONEWS.ID – Salah seorang mantan napi kasus terorisme Imran alias Abi Saiful alias Imron Tamanjeka kini aktif memilih hidup berkebun dan tinggal bersama anak istrinya. Ia mengaku insaf dan sadar bahwa apa yang dilakukannya selama ini hanya merugikan masyarakat dan pemerintah.

Sebelumnya Imran merupakan salah satu anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan (Alm) Santoso alias Abu Warda. Ia tercatat bergabung dengan kelompok MIT sejak tahun 2008, kemudian menyerahkan diri pada tahun 2013 kepada pihak kepolisian dan menjalani hukuman hingga akhirnya bisa menghirup udara bebas pada tahun 2016.

Saat ditemui, Imran banyak berkisah tentang perjalanannya selama menjadi bagian dari kelompok MIT Poso pimpinan (Alm) Santoso alias Abu Warda. Ia mengaku sangat menyesal atas apa yang pernah ia lakukan dan berjanji tidak akan mengulanginya.

“Tindakan yang saya lakukan adalah tindakan yang salah. Tindakan yang tidak dibenarkan dan melawan hukum. Selain merugikan diri sendiri juga merugikan keluarga dan orang lain,” sesalnya.

Kini Imran lebih memilih hidup bahagia bersama keluarga. Aktifitas sehari harinya dihabiskan dengan mengolah kebun yang ditanami cokelat, alpukat dan durian montong.

Imran alias Abi Saiful alias Imron Tamanjeka juga menghimbau kepada masyarakat terutama terhadap generasi muda yang belum begitu memahami syariat Islam atau yang ingin mempelajari syariat Islam secara mendalam, agar berhati hati dalam memahami syariat agar tidak salah tafsir.

“Silahkan saja belajar ilmu agama, asalkan ajaran itu baik buat kita sendiri dan orang lain. Jangan mudah terpengaruh dengan pemahaman radikal yang bertentangan dengan hukum apalagi sampai melawan pemerintah. Karena ketika kita sudah terlibat didalam pemahaman tersebut, sudah pasti kita berhadapan dengan hukum. Seperti halnya yang saya alami. Akhirnya hanya merugikan kita sendiri, pihak keluarga serta orang lain,” jelas Imran menceritakan perjalanan hidupnya saat masih menjadi bagian dari kelompok MIT Poso.

Saat ini Imran mengaku bersedia mendukung kebijakan pemerintah terutama dalam hal ini pihak Kepolisian yang selalu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat yang ada di wilayah Kabupaten Poso. Selain itu ia juga bersedia mendukung dan membantu pihak Kepolisian dalam Ops Madago Raya yang hingga kini masih terus dilakukan. **

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here