Buku Panglima Damai Poso Bakal Diseminarkan di Touna

0
Buku "Muhamad Adnan Arsal Panglima Damai Poso" (Foto: ishaq)

POSONEWS.ID – Ketua panitia seminar dan bedah buku Panglima Damai Poso, Samsudin Pay menginginkan agar karya tulis Khoirul Anam dapat dibedah bersama dan ditelisik oleh masyarakat.

Sehingga apa yang ingin disampaikan kepada publik dapat tersampaikan dengan baik oleh penulis, sebelum nantinya seminar dan bedah buku Panglima Damai Poso diselenggarakan.

Bedah buku ini merupakan bentuk upaya untuk mengupas seperti apa maksud dan tujuan dari buku yang ditulis langsung oleh Khoirul Anam tentang sosok Panglima Damai Poso, Muhammad Adnan Arsal.

- Advertisement -

“Nanti kami akan menghadirkan penulis bukunya Mas Khoirul Anam, agar terjadi transfer keilmuan, wawasan dan pengetahuan bagi pembacanya,” kata Samsudin, Kamis (13/10) pekan ini.

Dia menganggap bedah buku ini sangat perlu. Sebab, apa yang ditulis oleh Khoirul Anam di dalam buku berjudul “Muhammad Adnan Arsal Panglima Damai Poso” itu, bisa bertemu langsung dengan masyarakat. Sehingga nantinya ada masukan dan saran.

“Bedah buku adalah sebuah pembelajaran berharga bagi penulis, karena melalui kegiatan tersebut penulis akan mendapat pujian maupun masukan yang konstruktif terhadap buku yang ditulisnya,” ucapnya.

Selain menghadirkan penulis buku, Samsudin juga akan menghadirkan beberapa narasumber yang berkompeten untuk ikut membahas dan membedah buku yang saat ini sudah dicetak secara nasional.

Beberapa tokoh diantaranya, Kepala Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri Irjen Pol Marthinus Hukom. Nantinya, ia akan memberikan materi tentang seperti apa penanganan radikalisme agama di Indonesia.

Kemudian ada juga Mohamad Nuruzzaman yang merupakan Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia yang akan membahas tentang seperti apa konflik peradaban. Apalagi pria yang akrab disapa Kang Zaman ini merupakan Kepala Densus 99 Barisan Ansor Serba Guna Nahdlatul Ulama (Banser NU).

Selain itu, ada juga Ustadz Muhammad Adnan Arsal yang menjadi tokoh sentral di dalam buku karya Khoirul Anam tersebut dan Pendeta Renaldy Damanik. Keduanya adalah sesama tokoh dan pegiat damai di Poso.

Dijadwalkan, hadir pula Bupati Tojo Una-Una Mohammad Lahay dan Gubernur Sulawesi Tengah Rusdi Mastura.

Lebih lanjut, tujuan utama dari kegiatan tersebut menurut Samsudin adalah tersosialisasikannya buku Panglima Damai Poso tersebut kepada seluruh stakeholders masyarakat di wilayah Kabupaten Tojo Una-Una.

“Masyarakat memahami secara komprehensif isi buku tentang Panglima Damai Poso yang dilaksanakan pada sesi seminar dan bedah buku,” jelasnya.

Untuk diketahui, bahwa agenda seminar dan bedah buku tersebut akan diselenggarakan pada tanggal 31 Oktober 2022 di Pondok Kalero Kafe, Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah.(*)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here