Wahyu Hidayat Minta Pemkab Morut Warning Kontraktor,  Segera Selesaikan Proyek Tepat Waktu

0
153
Foto: Wakil Ketua I DPRD Morut Wahyu Hidayat saat berbincang dengan sejumlah wartawan Morut di ruang kerjanya (Ist)
- Advertisement -

POSONEWS.ID –  Wakil  Ketua 1 DPRD Morowali Utara (Morut) yang juga Politisi Partai Nasdem, Wahyu Hidayat SIP,  meminta kepada Pemda Morut agar bisa menyelesaikan sejumlah proyek infrastruktur yang dikerjakan di  TA  2022  ini tepat pada waktunya.

Wahyu mengatakan, dalam laporan penyampaian hasil tinjauan lapangan  anggota DPRD Morut di  tiga Dapil yang ada, menyimpulkan masih banyak  proyek infrastruktur yang dikerjakan terkesan berjalan lambat.

“Untuk itu,  kami minta  OPD terkait,  seperti Dinas PUPR dan Dinkesda Morut,  agar serius  untuk memantau pengerjaan proyek  tersebut. Jika perlu berikan warning keras kepada para kontraktor,  agar tidak main main dalam pelaksanaan  pekerjaannya,” tandas Ketua DPD Partai Nesdem Morut itu, kepada sejumlah Wartawan di Kantornya, Selasa  25  Oktober 2022.

Hadir dalam kegiatan  itu, dua anggota DPRD Morut  asal Fraksi  Nasdem Morut, Melky Tangkidi, dan Yanto Baoli.

Ia mengatakan, pihaknya  juga  akan  terus memantau secara langsung dilapangan, jalannya  pelaksanaan  proyek tersebut.    Apalagi penggunaan dana  yang berkaitan erat  dengan  bantuan pinjaman  Pemulihan Ekonomi Nasional ( PEN).

“Ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian kami,  dalam  memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” ujar  Yayat.

Sebelumnya, Bupati Morut, Dr dr Delis Julkarson Hehi MARS, dalam keterangan persnya, di ruang kerjanya menegaskan  kepada sejumlah OPD terkait, agar benar – benar memberikan warning keras  kepada pihak kontraktor pelaksana di lapangan, khususnya  bagi  sejumlah proyek infrastruktur, seperti jalan, jembatan, dan  pembangunan 24 Puskesmas Pembantu (Pustu) yang sementara  berjalan saat ini,  agar  bisa dikerjakan  secara profesional dan bertanggung jawab.

“Saya tidak akan segan – segan,  untuk melakukan blacklist kepada pihak kontraktor pelaksana, jika nantinya  ada pekerjaan  proyek mereka,   tidak  bisa dipertanggung jawabkan secara  baik,” tegasnya. CHEM