Sengketa Lahan, Masyarakat Buleleng Polisikan PT. BCPM

0

POSONEWS.ID – Sengketa lahan antara PT. Bima Cakra Perkasa Mineralindo (BCPM) dengan masyarakat Desa Buleleng, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali berbuntut panjang.

Masyarakat Desa Buleleng yang telah beberapa kali melakukan aksi demonstrasi di Kantor PT. BCPM tidak digubris oleh pihak perusahaan Tambang Nikel tersebut. Sehingga masyarakat Desa Buleleng mengambil langkah untuk menempuh jalur hukum atas perlakuan PT. BCPM, yang diduga melakukan penyerobotan lahan masyarakat.

Rustam, selaku masyarakat dan korlap pada beberapa aksi demonstrasi masyarakat Desa Buleleng kepada PT. BCPM yang melakukan pelaporan di Polres Morowali pada Rabu, 26/10/2022, mengatakan bahwa pihaknya yang telah beberapa kali melakukan aksi, namun pihak perusahaan tidak ada respon yang baik.

- Advertisement -

“Maka hari ini kami sudah menempuh jalur hukum, dengan tuntutan kami bahwa itu sudah terjadi penerobosan lahan dan pengerusakan, sehingga kami sudah melakukan pelaporan di Polres Morowali dan kami akan menunggu hasil dari laporan kami,” tegas Rustam.

Sementara itu, Kepala Desa Buleleng, Aliyas Lasangka kepada awak media mengungkapkan bahwa dirinya turut hadir di Polres Morowali untuk mengawal masyarakatnya yang melakukan pelaporan PT. BCPM di Polres Morowali terkait masalah penerobosan lahan.

“Masalah ini sudah berjalan kurang lebih 2 tahun, namun belum ada solusi. Yang jelas sudah beberapa lama dimediasi, mulai dari pemerintah daerah, sampai terakhir pemerintah daerah mengeluarkan surat penyampaian untuk memberhentikan kegiatan. Karena lahan tersebut masih dalam sengketa,” paparnya.

Ia juga mengatakan bahwa masyarakat memiliki bukti kepemilikan atas lahan yang bersengketa. Luasan lahan tersebut sesuai dengan investigasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupaten Morowali adalah 54 Hektar yang masuk di Desa Buleleng dan sampai hari ini belum diselesaikan.(DRM)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here