Petani dan Penyedia Bibit Sepakat Sukseskan Program Peremajaan Sawit Rakyat di Mori Utara

0
157
- Advertisement -

POSONEWS.ID – Sejumlah pengurus kelompok tani sawit dari Kecamatan Mori Utara melakukan pertemuan silaturahim dengan CV. Bang Tani Maju Beteleme selaku penyedia bibit sawit bersertifikat untuk mengokohkan kesepakatan bersama menyukseskan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang didukung penuh Bupati Morowali Utara Delis J. Hehi.

Pertemuan yang berlangsung di lokasi pembibitan sawit Bang Tani Maju di Desa Beteleme, Kecamatan Lembo, pada Kamis (29/9) itu dipimpin Sekretaris Dinas Pertanian Morut Jasrion Ampugo, SP mewakili Kadis Abbas Mato’ori, didampingi Direktur CV. Bang Tani Maju Beteleme Agus Palunsu.

Hadir dalam pertemuan silaturahim itu sejumlah pejabat pengawas dan analis Dinas Pertanian serta ketua lima kelompok tani sawit di Mori Utara yakni Poktan Sumber Rejeki, Sumber Makmur, Loh Jinawi dan Gunung Kidul dari Desa Lembontonara serta Poktan Peasa Aroa, Desa Tabarano.

Pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan ini membahas kendala-kendala lapangan sehingga terjadi keterlambatan realisasi pelaksanaan PSR, khususnya yang dialami Poktan Gunung Kidul dan Loh Jinawi Lembontonara.

“Keterlambatan penyaluran benih dari Bang Tani ke Poktan Gunung Kidu dan Loh Jinawi ini sebenarnya hanya kesalahpahaman saja yang ditimbulkan oleh pihak di luar Bang Tani dan Kelompok Tani,” ujar Jasrion.

Sebenarnya, kalau kesalahpahaman ini bisa segera diikuti komunikasi yang baik, maka kebutuhan bibit bersertifikat untuk Gunung Kidul dan Loh Jinawi sudah terpenuhi seluruhnya saat ini.

Baik Bang Tani selaku penyedia benih bersertifikat satu-satunya di Morowali Utara maupun kelompok tani Gunung Kidul dan Loh Jinawi, sepakat melanjutkan kerja sama sesuai kontrak yang sudah disepakati. Bang Tani berjanji akan menyalurkan benih setelah benih yang ditanam sekaran disertifikasi oleh Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Tengah.

“Kami masih memiliki stok benih yang cukup besar, sekitar 30.000 pohon, namun belum semuanya disertifikasi sehingga belum bisa disalurkan seluruhnya kepada keompok tani yang sudah mengikat kontrak dengan Bang Tani,” ujar Agus.

Menurut Agus, pada 2022 ini, pihaknya bekerja sama dengan sembilan kelompok tani sawit di Mori Utara dan Mori Atas dan 65 persen kebutuhan bibit sudah bisa dipenuhi dan sudah ditanam petani.

Pihaknya masih harus memenuhi lagi kebutuhan benih untuk kelompok tani Gunung Kidul dan Loh Jinawi sebanyak 17.400 polibek dan 10.027 polibek untuk kelompok tani Sumber Rejeki, Sumber Makmur dan Peasa Aroa.

Agus juga meminta bantuan kepada Dinas Pertanian Morowali Utara dan juga para ketua kelompok tani agar membantu kelancaran pembayaran dana kerja sama bila penyaluran bibit telah dipenuhi sesuai kontrak.

“Pengalaman beberapa waktu lalu, pembayaran baru dicairkan setelah lima sampai delapan bulan sesudah bibit diterima oleh kelompok tani,” ujar Agus.

Ketua Poktan Peasa Aroa Azis mengakui adanya keterlambatan itu yang disebabkan adanya perubahan kebijakan dalam pencairan dana BPDPKS (Badan Pengelola Dana Peremajaan Kelapa Sawit) yang melibatkan PT.Sucofindo dalam verifikasi dokumen sehingga masih ada kekakuan staf dalam melakukan input data dalam sistem.

Sekdis Pertanian Jasrion Ampugo mengaku gembira karena pertemuan silaturahmi ini telah mencairkan kebekuan komunikasi yang terjadi sehingga menyebabkan terlambatnya realisasi kerja sama dalam pelaksanaan PSR.

“Kita semua harus bekerja sama dan berkomitmen untuk menyukseskan program PSR, karena program ini merupakan salah satu instrumen kesejahteraan petani dalam rangka mewujudkan visi-misi pembangunan Morut yakni mencapai masyarakat yang Sehat, Cerdas dan Sejahtera,” ujarnya.

Pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan ini diakhir dengan foto bersama dan peninjauan lokasi pembibitan CV. Bang Tani Maju. (MC/CHEM)