Ahli Waris Karyawan PT GNI Terima Santunan dari BPJamsostek Morut

0
- Advertisement -

POSONEWS.ID – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menyerahkan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK-JKM) kepada ahli waris masing-masing Alip Moh. Parlan senilai Rp 173,748 juta, Resrkiyanto Rp 174, 844 juta, Ferdinan Dombo Rp 174, 844 juta, Ronal Karim Rp.174,844 dan Moses Rp 46,360 juta.

Selain itu diserahkan pula pembayaran klaim mamfaat tenaga kerja kepada Ronal Karim sebesar Rp 87 juta dan Moh. Akmal Rp 29,760 juta. Santunan yang diberikan ini senilai Rp 864.640.191 juta merupakan pembayaran klaim BPJS pada karyawan PT GNI yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu ketika sedang melaksanakan pekerjaan di lapangan dan santunan beasiswa untuk anak serta santunan pada kecelakaan kerja.

Santunan BPJS JKK dan JKM ketenaga kerjaan ini diberikan dan diserahkan secara simbolis sekaligus disaksikan oleh Bupati Morowali Utara dr Delis Julkarson Hehi, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan cabang Morowali Utara Makmur, Wakapolres Morowali Utara AKBP Amri serta HRD PT GNI Muknis Basri Asegaf dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Morowali Utara Yanis Lakawa, kepada para keluarga ahli waris bertempat di ruang pola kantor Bupati Morowali Utara Kamis,(22/9/22).

- Advertisement -

Santunan yang diterima ahli waris terdiri dari pembayaran klaim tenaga Kerja dan pembayaran klaim mamfaat tenaga kerja.

Bupati Morowali Utara dalam sambutannya berharap santunan yang diperoleh bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk biaya kesejahteraan hidup keluarga. Kehadiran BPJS Ketenagakerjaan tentunya memberikan perlindungan terhadap risiko sosial yang sangat mungkin dihadapi oleh pekerja saat bekerja.

“Fungsi BPJS Ketenagakerjaan adalah meringankan beban yang timbul akibat risiko kecelakaan kerja,” tandas Bupati.

Selanjutnya kepala BPJS ketenagakerjaan Makmur mengatakan program ini merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat yang diamanatkan kepada BPJS dan suatu hak dasar dari perusahaan untuk mendaftarkan seluruh pekerjanya pada BPJS ketenaga kerjaaan.

Pihaknya berharap seluruh perusahaan yang ada untuk memasukkan seluruh karyawannya untuk terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan guna bisa mendapatkan jaminan perlindungan sosial, yang mempunyai program yakni untuk melindungi pekerja dari risiko-risiko sosial yang mungkin terjadi seperti program JKK, Jaminan Kematian (JKM), JHT dan juga Jaminan Pensiun (JP), ini bisa semakin memasyarakat sampai ke seluruh lapisan masyarakat pekerja baik yang bekerja di sektor formal ( badan usaha ) maupun sektor informal (pelaku usaha mandiri perseorangan).

“Selain manfaat dari program tersebut, ada juga manfaat lain yang diperoleh jika mengikuti BPJS Ketenagakerjaan. Misalnya, program beasiswa bagi anak pegawai atau pekerja tak mampu, hingga pelatihan-pelatihan untuk menurunkan risiko kecelakaan kerja,” tambah Makmur.

Kepala BPJS menambahkan para pekerja di sector formal maupun informal semakin sadar dan bisa menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan, karena ada jaminannya dan sangat mengapresiasi kepada pihak PT GNI yang sudah mendaftarkan para pekerjanya.

Sementara itu Bupati Morowali Utara menyampaikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan yang telah berupaya untuk terus mensosialisasikan program ini ke seluruh masyarakat, sehingga manfaat program ini bisa dirasakan ke masyarakat banyak untuk kesejahteraan tenaga kerja.

Pada kesempatan itu pula HRD PT GNI Muknis Basri Asegaf mengatakan, sebagai komitmen kehadiran PT GNI di daerah ini adalah untuk mensejahterakan masyarakat. Untuk itu dalam kegiatan penyerahan hak santunan jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan penyerahan santunan kematian (JKM) serta penyerahan APD secara simbolis ini, sebelumnya juga sudah diberikan santunan secara perusahaan. Dan kini Lewat BPJS KetenagaKerjaan pihaknya dan BPJS Ketenagakerjaan selalu berkomitmen agar hak-hak karyawan PT. GNI yang telah didaftarkan kepesertaannya dapat berjalan dengan baik.

Menurutnya, salah satu wujud komitmen tersebut adalah besaran iuran BPJS Ketenagakerjaan yang dibayarkan oleh GNI saat ini setiap bulannya mencapai sekitar Rp 4 milyar. Angka ini bertambah terus sesuai perkembangan jumlah karyawan.

Begitu pula iuran BPJS Kesehatan yang disetorkan PT GNI saat ini mencapai Rp 1,5 milyar per bulan dan terus bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah karyawan.

Kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan alat pelindung diri (APD) oleh PT. GNI yang diterima secara simbolis beberapa karyawan. CHEM

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here