POSONEWS.ID – Menyikapi Polemik rencana pembangunan Rumah Sakit (RS) baru di Poso sebesar Rp.120 miliar, Pemkab Poso angkat bicara.
Pj. Sekkab Poso, Frit Sam Purnama menyebutkan, pembangunan rumah sakit bukan tiba tiba muncul di tahun ini. Tetapi pada waktu dirinya masih menjabat sebagai anggota DPRD, rencana pemindahan rumah sakit ini sudah dibahas.
Sebelumnya memang ada sejumlah pendapat dewan yang meminta agar dilakukan perluasan.
“Namun di situ ada sekolah dasar dan lapangan GOR yang merupakan fasilitas pendidikan dan fasilitas umum, yang tentunya tidak bisa kita tutup begitu saja. Salah satu solusi yang ditempuh adalah mencari lahan baru yang representatif,” sebut Frits kepada wartawan di Ruang Pogombo Kantor Bupati Poso, Kamis (25/8/2022)
Dilanjutkannya, pembahasan ini terus bergulir sampai ke pemerintahan dr. Verna Inkiriwang. Dan menjadi pokok pokok pikiran DPRD Poso, agar segera mempercepat pembangunan rumah sakit.
Dari poko pokok pikiran itulah, kata Sekkab, Bupati Poso dr Verna GM Inkiriwang mencoba melihat peluang untuk membangun rumah sakit yang baru.
“Sehingga Bupati Verna melakukan konsultasi dan koordinasi melalui Kemenkes RI. Dan disarankan agar Pemda Poso melakukan peminjaman melalui SMI, sebagai lembaga keuangan resmi pemerintah dan telah dikoordinasikan ke BPKP,” jelasnya.
Disampaikannya, bahwa proses ini sudah berjalan melalui lembaga DPRD. Memang benar ada sejumlah fraksi yang tidak menyetujui peminjaman ini, tetapi melalui proses politik dan demokrasi maka dilakukan voting.
“Dari hasil voting itu kita ketahui bersama, dari 30 orang anggota parlemen Poso, 17 orang anggota dewan menyetujui, 9 menolak dan 4 diantaranya tidak hadir. Artinya, proses politik dan demokrasi telah selesai, seyogyanya semua pihak memberikan dukungan kepada keputusan yang diambil oleh lembaga terhormat,” tandasnya. (ISQ)





