Yusuf: Pinjaman PEN Rp.120 M Akan Bebani Masyarakat

0
Anggota DPRD Poso, M. Yusuf

POSONEWS.ID – Terkait adanya rencana peminjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Non Reguler yang bersumber dari PT SMI atas persetujuan Kementrian Keuangan sebesar Rp.120 Miliyar, untuk pembangunan Rumah Sakit baru di Poso diputuskan lewat voting paripurna DPRD Poso.

Dalam voting itu, dari 30 anggota DPRD Poso, sebanyak 17 anggota menyetujui, 9 menolak dan 4 anggota tidak hadir. Artinya DPRD meloloskan rencana Pemda Poso meminjam uang.

Anggota DPRD Poso M. Yusuf menyebutkan voting terpaksa dilakukan karena sejumlah legislator dari Fraksi PKS dan Golkar menolak rencana hutang itu.

- Advertisement -

“Alasan kami menolak pinjaman itu karena ketika Pemda ingin melakukan pinjaman, maka dalam aturan PP no 56 tahun 2018 pinjaman jangka menengah, jangka panjang maka wajib melalui persetujuan DPRD,” tuturnya.

Harusnya, lanjut Yusuf, Pemda sebelum mengajukan pinjaman harus dibahas jauh hari sebelumnya, sehingga bisa dikaji bersama dengan DPRD.

“Jadi, penolakan itu karena belum ada kajian ekonomi dan pinjaman ini akan membebankan masyarakat Poso,” ungkap Yusuf kepada sejumlah awak media, Senin (22/8/2022).

Menurutnya, rencana pinjaman Rp.120 Miliar akan dibayarkan tahun 2023 sampai 2028. Cara pembayaran dilakukan lewat PAD yang bersumber dari pajak masyarakat.

Sementara diketahui, Poso tidak punya PAD yang cukup menjamin seperti di Kabupaten Morowali dan Morowali Utara yang disokong investasi perusahaan tambang.

“Sementara kita di Poso tidak punya sumber PAD yang mencukupi, artinya masyarakat juga yang dicekik nantinya karena hutang itu dibayar sampai tahun 2028,” bebernya.

Apalagi situasi daerah menghadapi Pemilu 2024 yang membutuhkan anggaran hampir Rp 90 Miliar untuk pelaksanaan Pemilu dan Pilkada serentak 2024.

“Jika pinjaman ini terealisasi, kita akan mendapatkan ekonomi daerah di tahun 2024 akan semakin sulit, karena APBD kita akan habis untuk bayar hutang, sehingga kita tidak bisa bangun Poso,” jelas Yusuf.(*/ISQ)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here