Terlantarkan Lahan, PT. Vale Dituding Manfaatkan Blok Bahodopi Jadi Dagangan Bursa Saham

0
54

POSONEWS.ID – Ketua FORBES Morowali, Abdul Jamil melakukan seruan aksi, Ia menuding adanya dugaan penelantaran lahan yang dilakukan oleh PT. Vale Indonesia. Hal ini sangat disayangkan, mengingat penguasaan konsesi potensi sumber daya alam di Morowali sudah berlangsung lama, bahkan hingga kini sudah masuk lima puluh tahunan.

Pernyataan sikap dan seruan aksi Ketua Forbes Morowali, disikapi oleh Niswanto Rachman yang merupakan salah satu tokoh milenial Kabupaten Morowali. Ia mengatakan bahwa apa yang disampaikan Ketua Forbes sangat benar, soal penelantaran lahan yang dimaksud, sebab penandatangan kontrak karya PT. Vale Indonesia (INCO) 50 tahun lalu, kini mengisahkan duka bagi rakyat lingkar tambangnya.

“Selama kurun waktu 50 tahun menelantarkan lahannya, yang harusnya ketika diolah bisa berdampak bagi perekonomian rakyat lingkar tambang kini diterlantarkan. Janji pembangunan pabrik pengolahan nikel justru hanya angin surga untuk meredam kemarahan rakyat. Dengan kegelisahan rakyat terhadap penelantaran ini, harusnya pemerintah pusat mengambil langkah tegas untuk segera melakukan renegosiasi kontrak karya dengan menciutkan lahan PT. Vale Indonesia (INCO) Tbk, sehingga lahan yang diterlantarkan ini dapat dimanfaatkan oleh rakyat,” Papar pria yang akrab disapa Wanto.

Niswanto yang juga sebagai Bendahara Umum Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Morowali, menjelaskan jika rencana pembangunan smelter PT. Vale Indonesia di daerah Bungku Pesisir justru menambah luka bagi rakyat lingkar tambang.

“Kebijakan membangun smelter di Bungku Pesisir akan merugikan rakyat lingkar tambang, mulai dari kesempatan kerja sampai sektor ekonomi yang akan tumbuh ketika pabrik tersebut dibangun di tempat bahan bakunya. Ini tdk ada bedanya ketika material ore diangkut ke Sorowako, sama saja kan. Buat kami ada dugaan bahwa lahan PT. Vale Indonesia di wilayah Blok Bahodopi dijadikan dagangan di bursa saham. Artinya apa, tanpa kita sadar rakyat lingkar tambang telah digadaikan untuk kepentingan perusahaan dan masyarakat hanya dapat janji,” tegasnya. (DRM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here