Ketua DPRD Morowali Hentikan Aktivitas Di Jetty PT. Tiran Indonesia

0
54

POSONEWS.ID – DPRD Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, akhirnya turun pengecekan lokasi aktivitas jetty milik PT Tiran Indonesia di Desa Matarape, Kecamatan Menui Kepulauan, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Tim terpadu yang dipimpin langsung Ketua DPRD Morowali, Kuswandi, bersama sejumlah anggota DPRD, Pemerintah Kabupaten Morowali, anggota Polres Morowali, anggota TNI Kodim 1311 Morowali, dan Syahbandar Kolonodale, berangkat pada Rabu, (27/4/2022) menuju Jetty PT Tiran Indonesia.

Dalam rapat sebelumnya, ditegaskan bahwa aktivitas di Jetty PT Tiran Indonesia berlangsung tanpa izin alias ilegal, sehingga membuat masyarakat dan Pemkab Morowali merasa dirugikan.

Diketahui, perusahaan tersebut sudah melakukan aktivitasnya sejak tahun 2017, padahal sudah ada warning dari Pemkab Morowali untuk tidak melakukan aktivitas sebelum mengurus segala perizinan dari Pemkab Morowali, Sulawesi Tengah, bukan perizinan dari Provinsi Sulawesi Tenggara.

Beberapa kali, surat pernyataan penghentian dilayangkan kepada PT Tiran Indonesia, namun tak pernah diindahkan. Hal ini membuat masyarakat Desa Matarape tak mendapat haknya sejak tahun 2017, seperti dana sosial atau CSR termasuk pajak ke Pemkab Morowali.

Dikatakannya, ada sejumlah fasilitas pendukung di Terminal Khusus (Tersus) milik PT Tiran Indonesia yang berada di wilayah Desa Matarape, yakni Kantor Terminal khusus PT Tiran Indonesia, stock file, mess karyawan, penyimpanan BBM, laboratorium preparasi sampel, rumah genset, gudang, dan pos security.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, maka semua kegiatan bongkar muat PT Tiran Indonesia di terminal khusus, pelabuhan yang berada dalam wilayah Desa Matarape harus dihentikan sampai diterbitkannya izin terminal khusus/TUKS memenuhi komitmen yang melingkupi wilayah Desa Matarape.

Kuswandi menegaskan bahwa pasca keluarnya surat Pemkab Morowali atas penghentian aktivitas PT Tiran sejak 2017, ternyata per tanggal 19 April bahkan sampai tanggal 20 April 2022, perusahaan tersebut masih tetap melakukan aktivitas di wilayah Desa Matarape dan itu dianggap ilegal.

Sementara itu, dari hasil kunjungan serta pengecekan di lapangan Kuswandi menegaskan , bahwa sesuai titik GPS dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Jetty PT Tiran Indonesia masuk dalam wilayah Desa Matarape, Kecamatan Menui Kepulauan, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, bukan wilayah Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

”Untuk itu pihak PT Tiran Indonesia (TI), jangan ada aktivitas sampai ada pertemuan bersama antara Pemda Morowali dengan pihak PT Tiran, supaya semua bisa jelas, dan itu akan dijadwalkan,” jelas Kuswandi. (DRM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here