Perlunya Melestarikan Budaya Untuk Menopang Sektor Pariwisata Tentena

0
Foto: Kegiatan seminar pariwisata dan pentas seni yang digelar Perdapos Poso di Kota tentana (Foto: Rusli)
- Advertisement -

POSONEWS.ID – Perhimpunan Perempuan Damai Poso (Perdapos) menggelar seminar pariwisata dan Pentas Seni yang dihelat di Kota Tentena Selasa (26/4). Giat diikuti seratusan peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh kebudayaan, para kepala desa dan masyarakat.

Seminar yang digelar di Hotel Danau Poso itu menghadirkan sejumlah pemateri antara lain anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) – MPR RI Dapil Sulteng Lukky Semen, SE,  Kadis Pariwisata Poso Noldy Tobondo, Akademisi Universitas Tadulako Palu Ir.Desiana Trisnawaty Tobigo,M.Si dan Ketua Umum Majelis Sinode GKST Tentena Pdt Djadaramo Tasiabe, M.Th.

Anggota DPD-MPR RI Lukky Semen antara lain mengatakan, sektor pariwista merupakan salah satu sektor yang mampu mendatangkan income bagi daerah dan masyarakat yang ada di sekitarnya. Kota Tentena sambung Lukky sejak lama menjadi salah satu daerah destinasi tujuan wisata di Sulteng yang banyak memiliki ragam budaya dan objek wisata alamnya.

- Advertisement -

“Jika sektor pariwisata ini dikembangkan, maka dengan sendirinya ekonomi masyarakat juga akan meningkat. Apalagi kita ketahui Tentena memiliki panorama alam dan destinasi wisata yang banyak diminati para wisatawan. Baik local maupun macanagera. Saya sendiri dan keluarga jika datang kesini kami usahakan menginap. Ada kerinduan tersendiri bagi saya dan keluarga jika datang dan tidak menginap di Tentena,” ujar Lukky Semen.

Menurutnya pengembangan sektor pariwisata memerlukan peran serta semua pihak, termasuk didalamnya pemerintah dan masyarakat itu sendiri. Ada tiga komponen yang harus terlibat jika sektor pariwisata ingin dikembangkan. Yakni pemerintah, swasta dan masyarakat.

“Jika tiga komponen ini bersinergi dan terlibat aktif mengembangkan sektor pariwisata, yakinlah pariwisata akan berkembang pesat dan menjadi icon andalan daerah. Apalagi Kota Tentena memilki panorama alam dan objek wisata yang indah dan banyak diminati wisatawan,” imbuhnya.

Sementara Ketua Umum Sinode GKST Tentena Pdt Djadaramo Tasiabe, M.Th, lebih banyak menguraikan soal bagaimana merawat budaya dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat guna mendukung sektor pariwisata.

“Karena budaya merupakan salah satu aspek penting dalam pengembangan sector pariwisata untuk menarik para wisatawan. Lihat saja bagaimana Bali bisa menonjolkan kebudayaan yang dimiliki menjadi potensi dalam menarik turis mancanegara,” ujarnya seraya menambahkan bahwa Kota Tentana sebagai pusat GKST diharapkan mampu berperan dalam membentuk karakter masyarakat dalam menopang sektor pariwisata, terutama dalam membentengi diri dari pengaruh perkembangan tekhnologi yang berkembang saat ini.

Pelestarian budaya juga sedikit diungkap akademisi Untad Ir.Desiana Trisnawaty Tobigo,M.Si. Menurutnya menjaga kebudayaan lokal mampu membentengi budaya budaya luar yang datang.  Karena pelestarian budaya dengan sendirinya mampu membentuk karakter yang ada ditengah masyarakat.

Ia juga menyampaikan perlunya sarana promosi baik lewat media maupun biro perjalanan dan sarana lainnya dalam mempromosikan potensi wisata yang ada di Kota Tentena.

“Hal ini yang kami lakukan saat mengelola biro perjalanan. Dalam setiap kesempatan kami menyertakan promosi wisata yang ada di Sulteng termasuk di Poso bagi para pelaku perjalanan. Kami juga pernah melakukan promosi potensi wisata Sulteng hingga ke sejumlah negara. Ini perlu dilakukan agar potensi pariwisata yang ada bisa lebih dikenal dan pada akhirnya mampu menyedot wisatawan lokal dan mancanegara,” paparnya.

Sementara itu Kadis Pariwisata Poso Noldy Tobondo menyatakan, sektor pariwisata merupakan salah satu icon andalan yang tertuang dalam visi misi pemerintah daerah.

“Karenanya sector pariwisata ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah Poso untuk terus dikembangkan,” ujarnya.

Ia juga memaparkan sejumlah potensi pariwisata seperti keindahan Danau Poso, air terjun Saluopa, taman anggrek Bancea, Cottage Torau dan wisata lain seperti permandian air panas di Pantangolemba, pantai Imbo, pantai Popakuni dan kawasan wisata megalitik tertua di Indonesia yang ada di Lore dengan keberadaan patung megalitikum.

“Semua ini merupakan aset dan potensi wisata yang kita miliki yang harus kita jaga dan dikembangkan  guna menunjang sektor kepariwisataan,” sebutnya.

Sedangkan Ketua Perdapos Poso Vivin Baso Ali dalam sambutannya menyampaiakan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya kegiatan itu diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat dalam melihat begitu besarnya potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Poso yang harus dikembangkan.

“Karenanya saya mengajak semua komponen masyarakat untuk terus mendukung program pembangunan yang ada di Kota Tentena saat ini, utamanya dalam menunjang sektor kepariwisataan. Keberadaan patung Sogili di taman Kota Tentena, jembatan Yondo Mpamona merupakan bagian icon pariwisata yang diharapkan mampu  mendatangkan para wisatawan,” urainya.

Giat yang menggandeng PWI dan SMSI Poso itu dilanjutkan dengan pagelaran pentas seni berupa tari tarian daerah di alun alun taman Kota Tentena hingga malam hari. ULY

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here